Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Indikasi Ekonomi

Ekonomi DKI Tumbuh 6,23 Persen

Ekonomi DKI Tumbuh 6,23 Persen

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Realisasi pertum­buhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan I 2019 mencapai 6,23 persen (yoy). Tumbuhnya perekonomian DKI Jakarta di atas 6 persen, menandakan masih terjaganya momentum pertumbuhan ekonomi Ibu Kota.

“Meskipun tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, yaitu 6,41 persen (yoy), angka per­tumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan triwulan I pada tiga tahun sebelumnya yang sebesar 6,06 persen (yoy), maupun terhadap pertum­buhan nasional yang sebesar 5,07 persen (yoy),” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo, di Jakarta, Se­lasa (7/5).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada awal tahun 2019 itu disumbang oleh pertum­buhan ekspor yang sangat sig­nifikan yaitu mencapai 43,09 persen (yoy), khususnya pada ekspor antardaerah, di tengah menurunnya kinerja ekspor luar negeri. Selain itu, kinerja impor pun mengalami per­tumbuhan sebesar 9,58 persen (yoy) yang juga di­dorong oleh impor antardaerah berupa kebutuh­an pokok masyarakat.

“Aktivitas terkait pemilu sepanjang triwulan I 2019 tu­rut berdampak pada menin­gkatnya konsumsi lembaga nonprofit yang melayani ru­mah tangga (LNPRT) sehingga mampu tumbuh sebesar 16,49 persen (yoy),” kata Hamid.

Di sisi lain, jelasnya, pengeluaran konsumsi rumah tangga masih tumbuh cu­kup baik, sebesar 5,85 persen (yoy) dan memperkuat kinerja ekonomi Jakarta. Sedangkan konsumsi pemerintah, kata Hamid, sejalan dengan pola belanjanya.

“Kinerja konsumsi peme­rintah pada triwulan I 2019 mengalami per­lambatan, namun masih tumbuh cukup tinggi mencapai 18,88 persen (yoy). Lebih terbatasnya aktivitas investasi pada awal tahun mengakibatkan kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh relatif terbatas, yaitu sebesar 0,23 per­sen (yoy),” jelas Hamid.

Dari sisi lapangan usaha (LU), lanjutnya, seluruh LU utama DKI Jakarta tumbuh positif, kecuali LU industri pengolahan yang terkontraksi hingga 1,03 persen (yoy) ka­rena turunnya produksi kendaraan bermotor.

Menurunnya produksi tersebut juga berdampak pada penjualan yang tecermin pada kinerja LU perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh sebesar 3,93 persen (yoy) atau lebih lambat dibandingkan de­ngan pertumbuhan triwulan sebelumnya. pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment