Koran Jakarta | August 16 2017
No Comments
Kerja Sama Kawasan - Peristiwa Brexit Mesti Jadi Pelajaran

Ekonomi ASEAN Harus Semakin Bermanfaat

Ekonomi ASEAN Harus Semakin Bermanfaat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Masalah terorisme dan narkoba menjadi tantangan untuk diatasi bersama-sama. Hanya dengan bersatu, ASEAN bisa tentukan masa depan sendiri tanpa didikte pihak lain.

 

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat di negara kawasan Asia Tenggara, tanpa terkecuali.

“Di bidang ekonomi, ASEAN harus semakin relevan, semakin bermanfaat dalam menjawab berbagai tantangan besar di tengah melemahnya perekonomian global,” kata Presiden Jokowi dalam Peringatan 50 Tahun ASEAN, di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat (11/8).

“Membawa manfaat bukan hanya bagi pengusaha besar, tapi juga pada UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), petani, nelayan, dan sektor informal.

Mendatangkan manfaat bagi perempuan dan juga bagi anak-anak muda,” imbuh dia. Apabila hasil pembangunan ASEAN tidak dapat dirasakan manfaatnya bagi rakyat ASEAN, Jokowi khawatir, mereka akan mempertanyakannya.

Presiden pun mengingatkan pada peristiwa British Exit (Brexit), saat masyarakat Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa karena merasa organisasi tersebut dinilai tidak memberikan manfaat bagi mereka.

“Apa yang terjadi dengan Brexit perlu menjadi pembelajaran buat kita,” ucap Jokowi. Kepala Negara menambahkan dalam usia 50 tahun ini, ASEAN selalu bersama bergandengan tangan dalam semangat persaudaraan.

Berjalan bersama untuk menciptakan ekosistem perdamaian, kokoh menjaga stabilitas, serta bergerak terus mewujudkan kesejahteraan bersama. Presiden Jokowi berharap kerja sama yang baik ini terus terjalin antara semua negara di kawasan Asia Tenggara.

“Selamat ulang tahun ASEAN, bersama ASEAN Indonesia maju, bersama Indonesia ASEAN kuat,” kata dia. Pada bagian lain, Presiden ke-7 RI itu juga menilai tindak kejahatan lintas batas, seperti terorisme dan penyelundupan narkoba menjadi tantangan anggota ASEAN untuk memberantasnya secara bersamasama.

“Ancaman terorisme merupakan ancaman yang nyata. Serangan terorisme di Marawi menjadi wake up call bagi kita yang perlu direspons dengan segera. Untuk itu, kita harus bersatu menggalang kerja sama, memperkuat sinergi untuk memerangi terorisme,” kata Jokowi.

Menurut dia, situasi politik dan keamanan di kawasan menjadi tantangan bagi ASEAN untuk dapat mengatasinya melalui penguatan kerja sama. Selain terorisme, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kerja sama di bidang pemberantasan penyelundupan narkoba yang juga merupakan kejahatan lintas batas.

“Kita harus menyatakan perang kepada narkoba dan obatobat terlarang. Kita tidak ingin pemuda ASEAN kehilangan masa depannya karena dirusak obat-obat terlarang ini.

Untuk itu, tidak ada jalan lain, kecuali bersatu menyelamatkan ASEAN dari narkoba dan obat-obat terlarang,” tegas Presiden. Kemudian, Jokowi juga mengingatkan agar ASEAN harus menjaga sentralitas di tengah perebutan pengaruh negara-negara besar di kawasan Asia Tenggara maupun di tataran global.

“Hanya dengan bersatu, ASEAN akan bisa menjaga sentralitasnya, mewujudkan citacita bersama. Hanya dengan bersatu, ASEAN akan bisa menentukan masa depannya sendiri, tanpa harus didikte oleh kepentingan negara-negara besar,” kata Presiden Jokowi.

Kunci Kesuksesan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ASEAN, Le Lurong Minh, dalam pidatonya menggarisbawahi kinerja organisasi itu selama lima dekade terakhir. Menurut dia, ASEAN telah berkontribusi besar dalam pembangunan, menjaga stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan juga internasional.

“Organisasi ini telah menjadi model kerja sama multilateral dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan yang mumpuni di mata dunia. Pencapaian itu kita raih dengan dialog, diplomasi, dan keterbukaan yang bertanggung jawab,” jelas Le Lurong Minh.

Di tempat sama, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, turut menegaskan bahwa komitmen untuk menjaga stabilitas, mempertahankan perdamaian, dan menggencarkan pertumbuhan ekonomi adalah kunci kesuksesan ASEAN selama 50 tahun terakhir.

“Satu kondisi kondusif yang sampai sekarang dapat dikelola dengan baik oleh ASEAN adalah masalah stabilitas dan perdamaian di kawasan. Peace and stability merupakan syarat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Tanpa adanya itu, akan sulit bagi ASEAN untuk berkembang,” jelas Retno. Dia menambahkan, setelah 50 tahun berdiri, ASEAN mampu membuktikan diri menjadi suatu komunitas ekonomi yang terintegrasi. “Pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata dunia.

Beberapa negara menikmati pertumbuhan ekonomi 6–7 persen. Dengan integrasi ekonomi, ke depan, kita bisa jadi kekuatan ekonomi yang besar.” fdl/uci/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment