Koran Jakarta | May 27 2019
No Comments
Dugaan Makar

Eggi Sudjana Ditangkap di Ruang Penyidik Polda Metro Jaya

Eggi Sudjana Ditangkap di Ruang Penyidik Polda Metro Jaya

Foto : ANTARA/Jaya Kusuma
JALANI PEMERIKSAAN - Politikus PAN Eggi Sudjana (tengah) saat akan menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5). Eggi Sudjana menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait kasus dugaan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Polda Metro Jaya menangkap Eggi Sudjana, tersangka kasus makar. Eggi ditangkap saat pemeriksaannya sudah berlangsung hampir selama 13 jam sejak Senin petang pukul 16.30 WIB. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengatakan penangkapan Eggi dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP.Kap/1012/V/2019/Ditreskrimum tertanggal 14 Mei 2019.

“Berita acara penangkapan ditandatangani pada hari Selasa, tanggal 14 Mei 2019, pukul 06.25 WIB,” kata Argo, di Jakarta, Selasa (14/5). Argo mengatakan surat pemberitahuan penangkapan itu dibacakan saat Eggi diperiksa. Hingga saat ini, Eggi masih diperiksa di Polda Metro Jaya. “Surat pemberitahuan penangkapan dan tembusan surat perintah penangkapan diterima oleh istri tersangka atas nama Dr Asmini Budiani, MSi,” tambahnya.

Argo juga mengatakan penyidik mempunyai waktu 1 x 24 jam untuk menentukan nasib ditahan atau tidaknya caleg Partai Amanat Nasional (PAN) itu. “Penyidik mempunyai waktu 24 jam untuk menentukan apakah tersangka ditahan atau tidak. Penahanan wewenang penyidik dan kemungkinan bisa terjadi,” kata Argo.

Sementara itu, kuasa hukum Eggi Sudjana, Pitra Romadoni Nasution, mengungkapkan kliennya ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya setelah menjalani pemeriksaan selama 13 jam yakni sejak pukul 16:30 WIB dan ditangkap sekitar pukul 05:30 WIB.

Menurut Pitra, ada kejanggalan atas dikeluarkannya surat penangkapan tersebut karena penangkapan itu terjadi di ruangan penyidik. “Kalau yang namanya penangkapan kan biasanya di luar ruang penyidik,” ujar Pitra. Pitra menyebut kliennya ditahan dalam kurun waktu 1 x 24 jam sejak dikeluarkannya surat penangkapan tersebut.

Hingga saat ini, Eggi masih berada di ruangan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dari dalam ruang pemeriksaan, Eggi hanya menuliskan sebuah pesan di sebuah kertas yang menyiratkan ketidakadilan dan disampaikan melalui kuasa hukumnya. “Aneh makarnya tidak ada, tapi tersangka sudah ada dan ditangkap,” bunyi keterangan pesan Eggi Sudjana.

Berdasarkan surat penangkapan, kejadian yang diperkarakan adalah seruan people power yang disampaikan Eggi pada 17 April 2019 salah satunya di rumah pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Eggi dilaporkan ke Mabes Polri dan Polda Metro Jaya oleh dua orang, tapi substasinya sama, yakni mengenai video seruan people power yang dianggap meresahkan masyarakat. Dia disangka melanggar Pasal 107 dan 110 juncto Pasal 87 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar. 

 

jon/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment