Efek Psikologi Warna Dan Ruang | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 20 2017
No Comments

Efek Psikologi Warna Dan Ruang

Efek Psikologi Warna Dan Ruang

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Ruang terintegrasi dan warna putih mampu memberikan kenyamanan dalam sebuah ruang. Hal tersebut tidak lain karena efek psikologi yang selalu melekat pada diri manusia.

Desain dan aspek psikologis menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Aspek tersebut yang kerap digunakan para desainer interior untuk mewujudkan ruang sempit tampak luas maupun ruang yang terlihat bersih dan sehat.

Seperti yang dilakukan Faried Masdoeki, Direktur Desain di Grahacipta Hadiprana, biro konsultan arsitek dan interior ketika mendesain kamar mandi di kamar hotel. Kamar mandi yang berukuran mungil “disulap” sehingga tampak lebih lapang. 

Faried tidak mengubah bentuk kamar mandi yang rata-rata berukuran 1/3 dari keseluruhan luas kamar. Ia hanya membuka sejumlah dinding kamar mandi sehingga terhubung dengan kamar.

“Itu solusi untuk mensiasati. Kamar mandi di hotel itu kecil nggak ada cahaya alami. Jadi dengan dibuka, feelingnya, kamar mandi tampak lebih besar,” ujar dia yang ditemui di Tangerang, Rabu (17/5). Secara psikologi, orang yang tengah berada di kamar mandi tidak merasa terkungkung dalam suatu  ruang meskipun kenyataan ukuran kamar mandi tidak terlalu luas.

Di sisi lain, kamar mandi yang terkoneksi dengan kamar membuat kamar mandi lebih bersih dan sehat. Cahaya matahari yang menembus jendela hotel dapat menerobos masuk ke dalam kamar mandi melalui berbagai bukaan. 

Bagian yag sewaktu-waktu dapat ditutup kembali untuk menjaga privasi penghuni kamar. Alhasil, kesan kamar mandi merupakan ruang dengan penerangan lampu dan lembab langsung sirna karena siraman sinar alami.

Faried mengatakan bahwa kamar mandi  yang mendapatkan pencahayaan alami menjadi lebih higienis. Menurut desainer interior yang banyak mengerjakan proyek hotel di Bali dan Jakarta ini ada tiga hal yang mencakup kategori higienis. 

“Bagaimana, kita provide sesuatu yang sehat, bagaimana kita menghindari penyakit dan bagimana orang setelah keluar dari kamar mandi terasa lebih nyaman,” ujar dia. Konsekuensinya, desain kamar mandi harus menyatu dengan desain kamar. Sehingga, kamar mandi tidak hanya bersih namun memiliki feeling

Sementara, pihak hotel dituntut untuk selalu membersihkan kamar mandi. Karena kalau tidak, kamar mandi yang kotor akan terlihat dari kamar. Sedangkan, warna putih dapat di kamar mandi untuk memberikan kesan bersih. Warna tersebut dapat dipadu padankan dengan warna lainnya.

Senada dengan Faried, Alex Bayusaputro, pendiri Genius Loci, biro desain interior yang berkantor pusat di Singapura mengatakan bahwa  warna putih memberikan kesan bersih. “People like putih karenalooks cleanit is pcicologycal,” ujar dia. Padahal kenyaataan, warna putih tidak selalu bersih tergantung dengan orangnya.

Alex yang senang dengan konsep ekletik atau mencampurkan segala unsur mengatakan interior keseluruhannya menggunakan warna putih akan terkesan seperti rumah sakit atau klinik.

Warna putih yang dikombinasikan dengan warna-warna lain membuat desain tampak mewah. Terutama hal tersebut digunakan untuk, interior rumah tinggal maupun bangunan komersial yang ingin tampil mewah.

Adam Quek, General Manager dan Direktur Komersial Kohler, Asia Tenggara mengatakan bahwa warna putih mendominasi produk-produk Kohler meskipun tersedia warna-warna lain, seperti perunggu. “Karena, ini mudah untuk mencampurkan dengan warna-warna lain,” ujar dia tentang label perabot kamar mandi dan dapur. 

Sedangkan, Angel Yang, Presiden Kohler untuk Asia Pasific mengatakan bahwa warna putih memberikan nilai yang lebih tinggi. “Kita memberikan palet moderen untuk hasil akhir warna,” ujar dia. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment