Koran Jakarta | March 24 2019
No Comments
JEDA

Efek Debat Rendah Pengaruhi Elektabilitas Pasangan Calon

Efek Debat Rendah Pengaruhi Elektabilitas Pasangan Calon

Foto : KORAN JAKARTA/M FACHRI
DISKUSI EFEK DEBAT | Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah (tengah), Anggota Fraksi PDIP, Eriko Sotarduga (kiri), dan Pengamat Politik CSIS Arya Fernandes (kanan) menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Peneliti di Centre For Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, dua calon wakil presiden harus memaksimalkan debat ketiga Pilpres 2019. Sebab, hanya 50 persen sampai 55 persen saja masyarakat yang menonton tayangan debat tersebut.

Dengan rendahnya minat masyarakat menonton calon pemimpinnya berdebat, menunjukkan ekspektasi masyarakat sangat rendah terhadap keterpilihan calonnya. Hal ini karena, baik capres maupun cawapres dalam debat-debat sebelumnya dianggap tidak menarik.

“Jadi kita sebagai pemilih sangat berharap betul, baik kandidat dan tim sukses, memahami bahwa kita punya perhatian yang sama untuk berharap lebih banyak kepada kualitas debat,” ujar Arya dalam diskusi di media center DPR, Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (14/3).

Sementara itu, Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengungkapkan, Calon Wakil Presiden nomor urut 02, KH. Ma’ruf Amin memiliki rekam jejak politik yang lebih lengkap sehingga diyakini akan unggul ketika berhadapan dengan Cawapres Sandiaga Uno dalam debat Pilpres, 17 Maret mendatang. rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment