Duta Besar Uni Eropa untuk Asean, Igor Driesmans : Bersama Mempromosikan Dunia yang Aman dan Berkelanjutan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
WAWANCARA

Duta Besar Uni Eropa untuk Asean, Igor Driesmans : Bersama Mempromosikan Dunia yang Aman dan Berkelanjutan

Duta Besar Uni Eropa untuk Asean, Igor Driesmans : Bersama Mempromosikan Dunia yang Aman dan Berkelanjutan

Foto : KORAN JAKARTA/ALOYSIUS WIDIYATMAKA
A   A   A   Pengaturan Font
Pendidikan menjadi salah satu fokus kemitraan. Melalui skema Erasmus+ International Credit Mobility setiap tahun lebih dari 1.000 dosen dan mahasiswa Asean studi ke Eropa. Sebaliknya, UE juga mendanai sekitar 1.000 dosen dan mahasiswa Eropa untuk mengajar dan belajar di universitas di negara-negara Asean.

Usia kerja sama Asean-Uni Eropa (UE) boleh dikata sudah dewasa pada usia ke-43. Beberapa bulan lalu, diluncurkan Asean Blue Book dengan tema Natural Partners (Kemitraan Alami) yang mencerminkan hubungan semakin kuat. Dua blok paling dinamis di dunia itu saling memberi dan menerima. UE, misalnya, terus memajukan pendidikan untuk kaum muda Asean. Bahkan baru saja dihelat “3rd ASEAN-EU Cooperation and Scholarships Day.” Untuk mendalami “3rd ASEAN-EU Cooperation and Scholarships Day” dan isu-isu lain kemitraan Asean-UE, wartawan Koran Jakarta, Aloysius Widiyatmaka, mewawancarai Duta Besar Uni Eropa untuk Asean, Igor Driesmans. Berikut petikannya.

Bagaimana gambaran umum hasil 3rd Asean-EU Cooperation and Scholarships Day 2020?

Karena adanya pandemi Covid-19, acara ini diselenggarakan secara virtual untuk pertama kalinya. Selama dua hari, kami menyambut 11.200 pengunjung dari berbagai negara Asean. Sebanyak 24 peserta pameran dari Asean dan negara anggota Uni Eropa (UE) berpartisipasi dalam delapan webinar.

Acara virtual ini secara teknis penuh tantangan, tetapi memungkinkan lebih banyak peserta pameran dan pengunjung untuk berpartisipasi dari rumah atau kantor masing-masing. Saat kami menyelenggarakan acara tatap muka pada Asean-EU Cooperation and Scholarships Day (A-EU CSD) edisi pertama dan kedua di Gedung Sekretariat Asean Jakarta, kami menyadari, acara tersebut hanya dapat diakses oleh pengunjung yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.

Kali ini berbeda. Jadi, untuk ke depan, kami akan merefleksikan format yang tepat, dengan beberapa perbaikan teknis. Tujuannya agar memungkinkan kaum muda dari seluruh Asean dapat mengakses informasi dalam acara ini.

Sebenarnya apa misi/tujuan kegiatan tersebut? Bagaimana tanggapan masyarakat dibanding dua perhelatan sebelumnya? 

A-EU CSD memberi fokus pada konektivitas dalam sektor pendidikan tinggi, salah satu bidang tematik utama kerja sama Uni Eropa dan Asean. Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik tentang perkembangan terbaru dalam hubungan Uni Eropa dengan Asean. Khususnya, manfaat dari kerja sama pembangunan UE dengan Asean serta manfaat mobilitas pelajar intra- Asean dan mobilitas pelajar UE-Asean.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung online. Pada edisi 1 dan 2, jumlah pengunjung maksimal 500 orang karena keterbatasan kapasitas Gedung Sekretariat Asean dan aspek keamanan. Pada edisi ketiga diluncurkan secara online, lebih dari 11.000 orang dapat mengakses acara tersebut. 

Apa yang ditawarkan dalam program beasiswa dan bidang-bidang apa saja?  

Beasiswa yang ditawarkan oleh lembaga Asean dan negara anggota UE mencakup berbagai studi dan disiplin ilmu.

Berapa sekarang penerima program tersebut dari Asean? Berapa dari Indonesia? Negara mana saja menjadi tujuan penerima beasiswa?

UE dan negara anggota UE menawarkan berbagai program beasiswa bagi warga negara Asean, termasuk Indonesia. Salah satu program mobilitas siswa yang penting dan didanai UE adalah Erasmus+ (Erasmus Plus). Melalui program ini, setiap tahun, sekitar 200 siswa Asean menerima beasiswa yang didanai penuh untuk studi S2 yang disebut sebagai skema Erasmus Mundus Joint Master's Degree.

UE juga menyediakan beasiswa pertukaran jangka pendek bagi dosen dan mahasiswa. Programnya disebut skema Erasmus+ International Credit Mobility untuk mengajar dan belajar di universitas seluruh Eropa. Melalui skema ini, setiap tahun lebih dari 1.000 dosen dan mahasiswa dari Asean berangkat ke Eropa. 

Sebaliknya, UE mendanai sekitar 1.000 dosen dan mahasiswa Eropa untuk mengajar dan belajar di universitas di negara-negara Asean.  

Khusus untuk Indonesia, setiap tahun sekitar 50 mahasiswa Indonesia memperoleh beasiswa Erasmus Mundus Joint Master's Degree. Kemudian, lebih dari 200 dosen dan mahasiswa Indonesia berangkat ke Eropa melalui skema Erasmus+ International Credit Mobility. Sedangkan lebih dari 150 dosen dan mahasiswa Eropa datang ke Indonesia melalui skema yang sama. 

Selain beasiswa Erasmus+, UE bekerja sama dengan Asean mendanai program EU Support to Higher Education in Asean Region (SHARE) yang memfasilitasi mobilitas mahasiswa intra-Asean melalui pemberian beasiswa. Program ini didukung pengalaman unik Eropa dalam membangun kerja sama pendidikan tinggi di tingkat regional. Sejak 2015, program SHARE telah memberikan 489 beasiswa intra-Asean untuk siswa dari delapan negara Asean guna melanjutkan studi jangka pendek di 32 universitas Asean. 

Apa saja syarat-syarat mengikuti program? 

Mirip dengan skema beasiswa lainnya, program Erasmus Mundus Joint Master's Degree yang didanai UE mengharuskan pelamar memiliki gelar S1 atau setara. Pelamar juga harus menyiapkan surat motivasi, mendapat surat rekomendasi dari dosen, dan pembimbingnya, serta memiliki hasil tes bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) yang baik. 

Terkait masa pandemi, bagaimana program bisa dilanjutkan? 

Meski pandemi, program terus berlanjut. Untuk tahun 2020, tercatat sebanyak 205 mahasiswa Asean telah menerima beasiswa Erasmus+. Di Eropa, beberapa universitas menunda kehadiran fisik di kelas hingga tahun depan. Sementara itu, mereka melakukan perkuliahan secara virtual.

Namun, ada banyak juga universitas di Eropa yang akan mengadakan kelas tatap muka mulai September 2020 dengan protokol kesehatan ketat. Sebagian besar penerima beasiswa Erasmus+ akan berangkat bulan ini atau bulan depan untuk memulai studi di Eropa. Mereka harus karantina diri 10–14 hari. 

Adakah syarat khusus terkait pandemi, mengingat banyak negara masih menutup diri dari kedatangan orang asing?

Meskipun turis ke Eropa dibatasi karena pandemi, siswa dipersilakan untuk memulai studi semester ini. Sebelum berangkat, siswa harus membawa hasil rapid test.

Dari mana atau siapa sponsor utama program beasiswa ini? Maksimal berapa personel untuk tiap angkatan? 

Seperti disebutkan, UE dan negara anggotanya memberi beasiswa kepada siswa di seluruh dunia, termasuk Asean. Untuk program Erasmus Mundus Joint Master's Degree yang didanai UE, setiap tahun sekitar 200 siswa Asean menerima beasiswa penuh untuk studi S2. UE juga menyediakan beasiswa pertukaran jangka pendek bagi dosen dan mahasiswa untuk mengajar dan belajar di universitas seluruh Eropa.

Dengan skema ini, setiap tahun lebih dari 1.000 dosen dan mahasiswa Asean untuk durasi 3–12 bulan. Sejalan dengan itu, UE mendanai 1.000 dosen dan mahasiswa Eropa untuk mengajar dan belajar di universitas negara-negara Asean.

Berapa anggaran yang disiapkan? 

Setiap penerima beasiswa Erasmus Mundus Joint Master's Degree menerima 48.000 euro. Ini mencakup biaya studi, transportasi, tunjangan hidup, asuransi, dan tunjangan pindah. Untuk penerima beasiswa mobilitas internasional atau pertukaran jangka pendek, mereka menerima 5.000–15.000 euro tergantung lama tinggal. 

Bagaimana hubungan Asean-Uni Eropa sejauh ini? 

UE dan Asean, sebagai dua organisasi regional terbesar di dunia, merupakan mitra alami. Hubungan kita semakin kuat dari hari ke hari. UE adalah mitra dagang kedua terbesar Asean dan pemberi bantuan kerja sama pembangunan terbesar. Lebih dari 250 juta euro untuk program integrasi kawasan Asean serta dua miliar euro untuk tiap-tiap anggota Asean. Selain itu, perusahaan-perusahaan Eropa merupakan investor langsung asing terbesar di Asean.

Kerja sama UE-Asean mencakup berbagai bidang, termasuk integrasi ekonomi, konektivitas, lingkungan dan perubahan iklim, mitigasi bencana, migrasi aman dan pendidikan tinggi. Baru-baru ini, UE dan anggotanya – melalui upaya "Tim Eropa" – memberi komitmen 800 juta euro untuk mendukung Asean mengatasi dampak pandemi virus korona.

Kami sekarang juga sibuk mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi antara UE dengan Asean, termasuk Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri UE dan Asean. Pertemuan akan memungkinkan memperdalam hubungan strategis dua pihak.

Apa program kerja sama kemitraan Asean-UE untuk memajukan HAM, demokrasi, dan lingkungan? 

UE dan Asean rutin mengadakan dialog tentang HAM. Perwakilan Khusus UE untuk HAM telah melakukan juga upaya signifikan meningkatkan dialog di Asia Tenggara melalui kunjungan dan pertukaran. Ini adalah bidang penting dan menurut kami, dialog amat bernilai untuk memperdalam pemahaman bersama.

Melindungi lingkungan dan memerangi perubahan iklim adalah prioritas kerja sama. Kita memiliki inisiatif bersama terkait ketahanan dan adaptasi perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, dan kesiapsiagaan tanggap bencana. Secara lebih spesifik, proyek-proyek yang sedang berlangsung antara lain mendukung pengelolaan lahan gambut berkelanjutan dan mitigasi kabut asap, Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan Asean untuk Manajemen Bencana (AHA Centre), organisasi petani, dan pembiayaan infrastruktur berkelanjutan. Proyek baru pada tahun 2020 akan mendukung kehutanan berkelanjutan dan urbanisasi berkelanjutan di Asean.

Apa benefit bersama baik untuk Asean maupun UE atas kemitraan selama ini? 

Sebagai dua proyek integrasi regional yang paling sukses secara global, UE dan Asean dapat berbagi banyak pengalaman. Misalnya, UE memiliki lebih dari 20 dialog tematik dengan Asean untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman di bidang-bidang yang merupakan kepentingan bersama. Ini termasuk konektivitas ekonomi dan perdagangan, lingkungan dan perubahan iklim, HAM dan kesetaraan gender. Kemudian, sains dan penelitian, keamanan maritim dan banyak lagi. UE dan Asean sama-sama merupakan kawasan dengan keragaman. Kita bisa mendapat banyak manfaat dari saling belajar untuk mempromosikan dunia yang aman, berkelanjutan, dan sejahtera.

G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment