Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments

Dukung Nawa Cita melalui Rumah Rakyat

Dukung Nawa Cita melalui Rumah Rakyat

Foto : ANTARA /Audy Alwi
A   A   A   Pengaturan Font

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merangkul para pelaku UMKM yang tergabung dalam Balai Ekonomi Desa (Balkondes) untuk "Go Digital", selain memenuhi target 6 juta UMKM tersambung teknologi informasi juga mengembangkan potensi ekonomi nasional. 

Menurut Maryono, Balkondes BTN menjadi ruang bagi para pengrajin untuk tidak sekadar unjuk gigi, tapi juga mendapat edukasi untuk berkembang di era ekonomi digital saat ini.

Ia menjelaskan, setidaknya ada 80 pengrajin gerabah yang dibina di Balkondes Bank BTN, diberi pelatihan untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pemasaran produk mereka ke seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia.

Pelatihan meliputi pembukaan akun e-dagang atau e-commerce, menciptakan nilai tambah pada produknya mengisi gerai online dengan foto produk yang layak jual, kemasan menarik, termasuk situs penjualan online atau e-commerce.

Selain itu, BTN konsisten mendukung program Nawa Cita yang diusung oleh Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, khususnya Program Sejuta Rumah. 

“Kontribusi Bank BTN sebagai integrator dalam program sejuta rumah tidak hanya dalam soal akses pembiayaan bagi seluruh lapisan nasabah tapi juga dalam menyokong sisi pasokan dengan kredit kontruksi bagi para pengembang,” kata Direktur Utama Bank BTN Maryono, belum lama ini. 

Untuk menyukseskan program Sejuta Rumah, Maryono mengatakan, perlunya sinergi dari seluruh stakeholder, baik perbankan, pemerintah pusat, daerah dan pihak pengembang.

Maryono menambahkan, Kementerian PUPR telah banyak memberikan dukungan, di antaranya alokasi anggaran KPR subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kemudahan perizinan bagi pengembang untuk mendirikan rumah bagi MBR lewat paket kebijakan ekonomi XIII dan pelonggaran Loan To Value atau rasio kredit terhadap agunan untuk KPR. 

“Selama pemerintahan Jokowi –JK seluruh aspek untuk mempermudah akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah ditingkatkan demi mengurangi backlog kepemilikan perumahan yang mencapai lebih dari 11,38 juta kepala keluarga,” kata Maryono.  yun/E-6 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment