Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
Korban Tsunami l Pemprov Tanggung Biaya Korban Tsunami Selat Sunda

Dua Karyawan RSUD Tarakan Belum Ditemukan

Dua Karyawan RSUD Tarakan Belum Ditemukan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemprov DKI Jakarta akan menanggung semua biaya korban tsunami Selat Sunda yang merupakan warga DKI Jakarta, termasuk biaya pemakaman untuk korban meninggal dunia.

JAKARTA - Dua anggota rombongan wisata karyawan Koperasi RSUD Tarakan Jakarta, yang menjadi korban tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam, masih belum ditemukan.

“Hingga data saat ini masih ada dua orang anggota rombongan yang belum ditemukan, dan ada satu orang yang sedang kami cari berdasarkan informasinya ada di RSUD Pandeglang atau RSUD Serang, itu kami usahakan jemput,” kata Dirut RSUD Tarakan, Dian Ekawati, di Jakarta, Selasa (25/12).

Dua orang yang belum ditemukan tersebut, lanjutnya, masih dalam proses pencarian oleh tim evakuasi Pemprov DKI Jakarta, baik di lokasi kejadian ataupun di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

Keseluruhan, kata Dian, ada 83 anggota rombongan karyawan dan keluarganya yang berangkat berwisata ke Pantai Carita.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, saat tsunami menerjang wilayah tersebut, anggota rombongan yang 28 orang di antaranya merupakan karyawan koperasi, sedang berada di Villa Stefani. “Dari 83 orang anggota rombongan itu, yang sudah dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke RSUD Tarakan sampai kini tercatat ada 22 orang meninggal dunia dan 28 harus rawat inap, sementara 30 orang diperbolehkan pulang,” ujar Dian.

Menurut dia, selain mengevakuasi rombongan wisata RSUD Tarakan, tim juga mengevakuasi masyarakat non-rombongan ke RSUD Tarakan sekitar 12 orang di mana lima orang harus dirawat dan sisanya diperbolehkan pulang.

Dia mengatakan kebanyakan korban di RS Tarakan ini mengalami luka sobek dan patah tulang. Menurutnya, luka terparah adalah patah tulang pada bagian kaki.

Untuk korban meninggal, Dian mengatakan sudah 14 jenazah telah dibawa pulang oleh pihak keluarga.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah mengunjungi RSUD Tarakan. Dia mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menanggung semua biaya korban tsunami Selat Sunda yang merupakan warga DKI Jakarta, termasuk biaya pemakaman untuk korban meninggal dunia.

Empat Korban

Sementara itu, empat korban selamat warga Kota Bekasi, Jawa Barat dapat dievakuasi dari lokasi bencana tsunami Selat Sunda di Pantai Anyer, Banten terjadi pada Sabtu (22/12) dan telah dirawat di rumah sakit. “Alhamdulillah, empat korban bencana tsunami Selat Sunda di Banten yang berasal dari Kota Bekasi sudah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Menurut dia, empat korban itu ditemukan sejak Minggu (23/12) dalam keadaan selamat, namun mengalami sejumlah luka benturan benda tajam di tubuhnya. Korban selamat tersebut adalah Masnadi, Nurhasan, M Soleh, dan Sulaeman.

Rahmat menyatakan, empat warga Kota Bekasi itu diketahui sedang menjalani liburan menjelang Natal 2018 sejak Sabtu (22/12).

Kronologi penemuan empat warga Kota Bekasi itu bermula saat pihaknya mengutus sepuluh petugas Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Senin. “Kami juga mengutus lima petugas Palang Merah Indonesia dan lima anggota Pramuka untuk membantu proses evakuasi korban,” katanya.

Sebanyak empat korban tersebut ditemukan pihaknya di salah satu rumah sakit tak jauh dari lokasi kejadian tsunami dialami mereka. “Saat ini keempat warga Kota Bekasi sudah kami evakuasi ke Rumah Sakit umum daerah Kota Bekasi,” katanya lagi.

Rahmat mengaku prihatin dengan bencana yang merenggut lebih dari 200 jiwa itu. “Saya berbelasungkawa untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan ikhlas,” katanya pula

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan sebanyak 61 dari total 65 warga di Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, berhasil selamat dari bencana tsunami Pantai Anyer, Banten. Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment