Koran Jakarta | August 18 2017
No Comments
Pemberantasan Teroris

Dua Anggota Jaringan Abu Jandal Ditangkap

Dua Anggota Jaringan Abu Jandal Ditangkap

Foto : ANTARA/Ari Bowo Sucipto
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA - Tim Datasamen Khusus 88 Antiteror dari Markas Besar Polri berhasil mengamankan dua terduga teroris dari sejumlah titik di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/6).

Kedua terduga teroris dengan inisial SM dan ATM itu masuk dalam jaringan tokoh ISIS Indonesia, yakni Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal al-Yemeni al-Indonesia.


“Tim Datasemen Khusus 88 Mabes Polri hari ini menangkap dua terduga teroris, satu di Malang, satu orang di Surabaya. Keduanya masuk dalam jaringan Abu Jandal yang pernah menantang Panglima TNI melalui Youtube beberapa tahun lalu,”

kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Surabaya.


Frans menjelaskan salah satu terduga teroris dari Malang berinisial SM diketahui berangkat ke Suriah bersama Abu Jandal, pentolan ISIS asal Malang, dan pernah mengikuti pelatihan militer di sejumlah negara yang menjadi basis organisasi terlarang itu.

Sementara itu, terduga kedua berinisial ATM menurut informasi turut serta dalam acara deklarasi ISIS di kawasan Mega Mendung, Malang.


“SM kembali ke Indonesia, sudah ditangkap Senin pagi tadi di Malang. Siangnya, tim Densus bergeser ke Surabaya dan menangkap ATM di sebuah rumah di Kecamatan Kenjeran, yakni di Jalan Tanah Merah Gang II,” terangnya.


Barung menambahkan, saat ini SM sedang ditahan di Mako Brimob Malang, sementara ATM ditahan di Mako Brimob Surabaya.

“Petugas lalu melakukan penggeledahan di Kenjeran untuk melengkapi barang bukti, yang sudah diamankan handphone dan sebuah buku,” pungkasnya.


Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karmavian telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan monitor dan deteksi ketat terhadap jaringan teroris yang akan melakukan aksi teror.


Menurut Tito, pasca-terjadinya bom di Kampung Melayu, pihaknya tidak mau mengambil risiko dalam pengamanan warga terhadap aksi teror.

“Saya tidak ingin mnegambil risiko, saya sudah peringatkan seluruh jajaran untuk melakukan monitor ketat, deteksi ketat terhadap jaringan-jaringan yang ingin melakukan teror.

Kalau mereka bergerak sedikit, berupaya melakukan aksi serangan, tangkap,” kata Tito.


Dijelaskannya, sudah 36 orang ditangkap dalam kasus teror. Termasuk yang terakhir, penangkapan terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat, dan di Kendal, Jawa Tengah.


“Ini dalam rangka memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat agar bulan Ramadan dan Lebaran. Insyaallah dilalui dengan aman,” kata Tito. SB/eko/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment