Koran Jakarta | October 14 2019
No Comments
Kasus Suap - Pemeriksaan Tiga Saksi Dijadwal Ulang

Dua Anggota DPR Diperiksa Terkait Raker Gula Rafinasi

Dua Anggota DPR Diperiksa Terkait Raker Gula Rafinasi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Penyidik mendalami bagaimana proses rapat-rapat kerja yang dilakukan DPR bersama Kementerian Perdagangan.

 

JAKARTA – Dua anggota Komisi VI DPR , Inas Nasrullah Dzubir dan Nasril Bahar, dicecar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal rapat kerja (Raker) DPR bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI yang membahas aturan gula rafinasi. Keduanya, diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi dalam dugaa kasus suap terkait kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) yang menjerat Anggota DPR RI, Bowo Sidik Pangarso (BSP).

“Penyidik mendalami bagaimana proses rapat-rapat kerja yang dilakukan DPR bersama Kementerian Perdagangan terkait dengan Peraturan Menteri Perdagangan gula kristal rafinasi melalui pasar lelang komoditas.

Materi dalam rapat itu menjadi poin yang kami klarifikasi,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa (18/6). Perlu diketahui, Komisi VI DPR RI adalah salah satu dari sebelas Komisi di DPR RI dengan lingkup tugas di bidang industri, investasi, dan persaingan usaha.

Penuhi Kewajiban

Selain itu, KPK juga menjadwalkan ulang rencana pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dari Kemendag, yaitu Kepala Seksi Pengembangan Pasar Rakyat Kemendag, Husodo Kuncoro Yakti; Kepala Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan Kemendag, Wawan Kurniawan; Tenaga Ahli pada Biro Perencanaan Sekretaris Jenderal Kemendag, Heri Padmo Wicaksono.

Sebelumnya, kata Febri, mereka tidak hadir dalam pemeriksaan pada Rabu (22/5), dan akan dijadwalkan ulang pada hari Kamis (20/6). Selanjutnya, KPK juga akan memeriksa dua orang saksi lainnya, yakni Ketua Panitia Pengadaan Penyelenggara Lelang Gula Kristal Rafinasi, Subagyo, dan Sekretaris Panitia Pengadaan penyelenggara lelang Gula Kristal Rafinasi, Noviarina Purnami.

Rencananya, tambah Febri, kedua saksi tersebut akan diperiksa pada Jumat (21/6) dan Senin (24/6) nanti. “Kami ingatkan agar para saksi memenuhi kewajiban hukum untuk hadir dalam agenda pemeriksaan tersebut,” jelasnya. Dalam kasus ini, Bowo ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni; pihak swasta dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasti, dan pihak swasta dari PT Inersia, Indung (IND).

Diketahui, perjanjian kerja sama kapal antara PT HTK sudah dihentikan. Namun, terdapat upaya-upaya agar kapal- kapal PT HTK dapat digunakan kembali untuk kepentingan distribusi PT Pilog. Untuk merealisasikan hal tersebut, diduga PT HTK meminta bantuan Bowo dan ia menyanggupinya dengan syarat diberikan fee atas biaya angkut yang diterima sejumlah dua dollar Amerika Serikat per metric ton.

Uang dari PT HTK diserahkan Asty melalui Indung yang diduga orangnya Bowo. Diketahui pada Selasa (26/2), dilakukan nota kesepakatan atau MoU antara PT Pilog dengan PT HTK. Salah satu materi MoU tersebut adalah pengangkutan kapal milik PT HTK digunakan oleh PT Pilog. ola/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment