Koran Jakarta | August 18 2017
No Comments
Aksi Korporasi

Dua Anak Usaha Emiten Konstruksi Segera IPO

Dua Anak Usaha Emiten Konstruksi Segera IPO

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), akan segera melepas dua anak usahanya, yakni PT Wijaya Karya Gedung (WIKA Gedung) dan PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester pertama 2017.

Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo, mengatakan saat ini Perseroan tengah mempersiapkan rencana IPO dua anak usahanya yang akan dilakukan pada semester pertama 2017. Perseroan menargetkan dapat menghimpun dana segar melalui IPO WIKA Gedung sebesar 3,5 triliun rupiah dengan melepas 35 persen saham ke publik. Lalu, WIKA Realty diharapkan mampu meraih dana IPO 4 hingga 4,5 triliun rupiah. “Perseroan masih akan terus memperhatikan kondisi pasar, sebab kalau pasar belum bagus maka rencana tersebut bisa mundur dilakukan pada semester kedua. Kami mempersiapkan IPO di semester satu tahun ini,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (11/1).

Dana IPO oleh WIKA Gedung dan WIKA Realty akan digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek dan tidak akan digunakan untuk melunasi utang.

“Kedua anak usaha WIKA tersebut tidak memerlukan tambahan modal atau ekuiti untuk membayar utang,” ujar Bintang.

Adapun salah satu proyek yang akan dikerjakan WIKA Realty yakni akan membangun kawasan pusat bisnis atau superblock yang berada di Cawang, Jakarta Timur. Luas lahan yang diperuntukan untuk superblock seluas 10 hektar. Nilai investasi yang akan dikucurkan sebesar 10 triliun rupiah. “Dalam pembangunan ini WIKA Realty akan menggandeng investor asing asal Tiongkok,” ujar Bintang.

 

“Carry Over”

 

Sementara itu anak usaha lainnya, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menargetkan tahun ini bisa meraih nilai kontrak 6,3 triliun rupiah.

Menurut Direktur Keuangan WTON, Entus Asnawi, nilai kontrak tahun ini yang bisa diraih diharapkan 6,3 triliun rupiah. “Kita target tahun ini nilai kontrak 6,3 triliun rupiah termasuk carry over kurang lebih 4 triliun rupiah,” jelasnya.

Pada tahun ini WTON menargetkan anggaran belanja modal (capital expendicture/capex) sebesar 682 miliar rupiah. Guna memenuhi anggaran capex, WTON pun berencana menerbitkan obligasi sebesar 500 miliar rupiah. Aksi korporasi tersebut dibidik WTON mengingat kapasitas kredit masih cukup terbuka.

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment