DPR Setujui Anggaran TNI untuk Covid-19 Ditambah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 31 2020
No Comments
Penanganan Virus Korona - Para Prajurit Tetap Siaga di Perbatasan Indonesia-Malaysia

DPR Setujui Anggaran TNI untuk Covid-19 Ditambah

DPR Setujui Anggaran TNI untuk Covid-19 Ditambah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk bisa membantu penanganan Covid-19 lebih baik di Tanah Air, Komisi I DPR menyetujui penambahan anggaran TNI.

JAKARTA - Komisi I DPR menyetujui penambahan anggaran TNI sebesar 3,2 triliun rupiah yang akan digunakan untuk percepatan penanganan pandemi Covid-19. Dukungan penambahan anggaran tersebut ditujukan untuk pengerahan pasukan TNI dalam percepatan penanganan Covid-19 selama 150 hari.

“Komisi I DPR mendukung kebutuhan penambahan anggaran TNI yang belum terdukung sebesar 3,2 triliun rupiah untuk percepatan penangangan Covid-19,” kata Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid saat membacakan kesimpulan dalam rapat kerja (Raker) Komisi I DPR dengan Panglima TNI beserta tiga Kepala Staf Angkatan secara virtual, di Jakarta, Rabu (15/4). Penambahan anggaran ini, tambah Meutya, juga ditujukan untuk mendukung kebutuhan alat kesehatan di 109 rumah sakit TNI dalam kesiapan penanganan Covid-19. Untuk itu, Komisi I DPR akan mengagendakan Raker dengan Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, Panglima TNI bersama Kepala Staf Angkatan untuk membahas pemberian dukungan tambahan anggaran TNI. Komisi I DPR menyetujui pengalihan anggaran TNI tahun 2020 sebesar 199,8 miliar rupiah dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19. Politisi Partai Golkar itu mengatakan dalam upaya mengantisipasi perkembangan pandemi Covid-19, Panglima TNI harus mempercepat penyiapan rumah sakit TNI sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19.

“Panglima perlu mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan dan rumah sakit darurat khusus Covid-19, menyiapkan operasi kontijensi TNI dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tiap daerah, dan mengakselerasi kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di seluruh daerah,” kata Meutya.

Tingkatkan Perhatian

Menurut Meutya, Komisi I DPR mendukung TNI meningkatkan perhatian kepada para tenaga medis dan tenaga pendukung TNI lainnya yang bertugas di garda terdepan penanganan pandemi. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan pengerahan pasukan TNI dalam percepatan penanganan Covid-19 selama 150 hari dengan pertimbangan tren penularan virus tersebut dalam 150 hari ke depan.

“Sekarang kami hitung tren peningkatan terpapar dari 100 menjadi 300, lalu rapid test dan PCR masuk maka nantinya di Juni kasus meningkat lalu turun lagi sampai awal 2021 maka kemungkinan 150 hari reda,” ujar Hadi. Hadi berharap kasus Covid- 19 di Indonesia tidak seperti di Wuhan, Tiongkok yang terjadi gelombang kedua, sehingga pengerahan personel TNI tidak perlu diperpanjang, cukup 150 hari. Penambahan anggaran yang diajukannya tersebut termasuk untuk biaya makan prajurit TNI, uang saku, dan biaya menggeser pasukan. Marsekal Hadi mengatakan prajurit TNI tetap disiagakan di sepanjang perbatasan Indonesia- Malaysia menghadapi tantangan dengan banyak jalur tikus atau tidak resmi pintu masuk kedua negara di tengah pandemik Covid-19.

“Sebagai contoh dari seluruh perbatasan di Kalimantan itu, terdapat hampir ribuan jalur tikus dan jalur resmi dijaga TNI dan tentara Diraja Malaysia,” kata Hadi.

dis/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment