Koran Jakarta | August 20 2019
No Comments
Kelompok Radikal

Dokumen di Rumah Mertua Terduga Teroris Disita

Dokumen di Rumah Mertua Terduga Teroris Disita

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

NGANJUK - Sejumlah ba­rang bukti, dokumen dia­mankan dalam penggeledahan yang dilakukan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di rumah mertua Ded, terduga teroris Desa Baleturi, Keca­matan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim). Penggeledahan ini terkait de­ngan penangkapan yang di­lakukan Selasa (14/5).

“Ada benda tajam, kunci, dan dokumen. Penggeledahan ini terkait dengan penang­kapan yang dilakukan sema­lam sehingga dicari alat bukti yang digunakan untuk mem­rosesnya,” kata Kepala Polres (Kapolres) Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta, di lokasi penggeledahan Desa Baleturi, Kecamatan Pram­bon, Kabupaten Nganjuk, Ja­tim, Rabu (15/5).

Wiranta mengatakan peng­geledahan itu dilakukan oleh tim Densus 88 Antiteror. Polres Nganjuk hanya melakukan pe­ngamanan di lokasi penggele­dahan memastikan agar warga di sekitar lokasi rumah tersebut bisa melaksanakan kegiatan dengan baik.

“Kami melaksanakan pe­ngamanan dan kami menetral­isir agar warga di sekitar lokasi rumah ini bisa melaksanakan kegiatan dengan baik, tidak terancam dan merasa nya­man,” kata Kapolres.

Diproses Lebih Lanjut

Untuk terduga teroris Ded, Kapolres mengatakan setelah penangkapan pada Selasa (14/5) malam langsung dia­mankan. Namun, untuk posisi saat ini Wiranta mengaku ku­rang mengetahui. Dimung­kinkan sudah dibawa ke Jakarta untuk proses lebih lanjut.

“Kalau istri dan anak saat ini di rumah. Kami lakukan pen­gawasan juga dan kami ber­harap ke warga agar mau men­erima istri tersebut, karena kan bagian dari warga. Jadi, tolong saya titip agar jangan dikucil­kan, selalu guyub satu dengan lain,” ucap Kapolres.

Tim Densus 88 Antiteror datang ke rumah mertua Ded, setelah dilakukan penang­kapan di sebuah konter telepon seluler di Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Ia sempat melawan, namun akhirnya me­nyerah ke petugas, sehingga langsung dibawa.

Sedangkan istri yang ber­sangkutan, Siti Asmunah, sem­pat diizinkan pulang, namun kemudian dibawa oleh petugas ke Mapolres Nganjuk. Selain itu, terdapat ibu dari Siti yang juga ikut serta, mendampingi dan cucu yang masih berusia tujuh bulan.

Polisi sempat membawa kembali Siti ke rumahnya guna menunjukkan sejumlah ba­rang bukti. Hingga akhirnya sejumlah barang bukti berhasil diamankan. SB/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment