Koran Jakarta | October 21 2017
No Comments
Penanganan Banjir

DKI Tak Lagi Khawatir Ancaman Banjir

DKI Tak Lagi Khawatir Ancaman Banjir

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak lagi mengkhawatirkan ancaman banjir di Ibu Kota. Pasalnya, sejumlah program penanggulangan banjir diklaim telah berhasil menghalau bencana tersebut. 

“Bahkan normalisasi sungai, penataan bantaran kali di sejumlah wilayah juga sudah dibebaskan. Sehingga (ancaman banjir), sudah tidak menghawatirkan lagi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Rabu (11/1).

Menurutnya, Ibu Kota negara telah terbebas dari ancaman banjir hingga berhari-hari. Jika ada hujan deras, katanya, air yang menggenangi pemukiman atau jalanan akan cepat surut, maksimal tiga jam. “Kalau banjir itu kan yang merendam selama lebih dari 24 jam. Kalau cuma 3-4 jam itu kan hanya genangan,” ucapnya. 

Keberhasilan penanganan banjir ini, ungkapnya, tak lepas dari tangan dingin Presiden Joko Widodo saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta yang dilanjutkan oleh Gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurutnya, pembangunan normalisasi sungai dan pengendalian banjir yang dilakukan kedua orang itu membuat Jakarta kini aman dari banjir. 

“Semua instrumen kita lanjutkan, sekarang baru pembangunan 40 persen, jika dilakukan semua, maka dalam tiga tahun ke depan semua masalah bisa diselesaikan,” imbuhnya. 

Pria yang akrab disapa Soni ini menjelaskan, pembangunan normalisasi sungai dan saluran air dilakukan Jokowi dan Ahok, membuat titik banjir di Jakarta semakin berkurang. Tahun 2015, katanya, titik banjir itu ada 486 lokasi. Namun, dari Januari hingga Juni 2016 turun menjadi 185 lokasi, dan masuk bulan Juli cuma ada 80 lokasi yang tergenang banjir. “Semalam Itu hanya genangan saja, orang saja boleh ngantri mosok air gak boleh ngantre,” katanya. 

Klaim berhasilnya penanganan banjir di Jakarta, lanjut Soni, disebabkan karena berbagai program unggulan penanggulangan banjir yang telah terealisasi. Mulai dari pembangunan waduk, got dan saluran air, normalisasi sungai dan waduk, dan lain-lain. 

“Saya optimis, (Jakarta tidak banjir) dengan tingkat curah hujan yang tinggi. Kita lihat bulan Januari dan Februari, walaupun debit semakin tinggi di Februari,” tegasnya. 

Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan penanganan banjir di Jakarta untuk menekan resiko yang lebih besar. Program normalisasi sungai, ungkapnya, akan terus dilanjutkan seiring makin banyaknya rumah susun yabg terbangun. Nantinya, rumah susun itu akan digunakan oleh warga yang terdampak relokasi. pin/P-5

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment