Koran Jakarta | March 24 2019
No Comments
Layanan Transportasi

DKI Integrasikan KRL dengan Bus Transjakarta

DKI Integrasikan KRL dengan Bus Transjakarta

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengintegrasikan moda angkutan bus dengan kereta listrik (KRL) commuter line.

“Ini bukti bahwa integrasi antarmoda, kereta dan bus bisa dilakukan. Perjalanan Menhub (Menteri Perhubungan, Budi Karya) dengan KRL dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Cakung menuju halte bus Transjakarta yang terintegrasi dengan stasiun KRL,” ujar Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono, di Jakarta, Minggu (17/2).

Di Stasiun Cakung, ungkapnya, pengguna KRL bisa langsung mengakses halte Transjakarta. Begitu penumpang KRL melakukan tapping keluar pada pintu penumpang, mereka bisa langsung belok kanan dan turun tangga untuk mengakses halte Transjakarta. Dengan integrasi ini, ucapnya, hampir dua juta orang telah mengurai kemacetan di Ibu Kota dengan menggunakan angkutan umum massal.

“Penumpang KRL yang hampir 1,2 juta orang per hari, di tambah penumpang Transjakarta yang hampir 700 orang per hari, tidak perlu lagi macet-macetan di jalan. Dengan integrasi semacam ini, akan lebih banyak warga Jabodetabek memilih angkutan umum massal yang terintegrasi,” kata Agung.

Menurutnya, Transjakarta melakukan uji coba dua layanan di Halte Cakung, yakni rute Pulogebang–Stasiun Cakung (11T), dan yang kedua yakni Pulogebang–Stasiun Cakung via Cakung Cilincing (11U).

“Kedua rute ini melayani pelanggan mulai pukul 05.00 WIB–22.00 WIB dengan tarif 3.500 rupiah. Transjakarta mengoperasikan bus single untuk kedua rute tersebut,” ucapnya.

Selain di Stasiun Cakung, kata Agung, integrasi bus dengan KRL pun terjadi di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Bahkan, pihaknya akan terus menjajaki kerja sama dengan PT KAI agar bisa mengintegrasikan kedua moda transportasi umum itu di lokasi lain.

“Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang itu bentuk nyata integrasi hasil penataan TOD (kawasan berorientasi transit) oleh Pemprov DKI Jakarta didukung KAI,” tegasnya.

Diketahui, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja proyek pembangunan doube fouble track (DDT) Manggarai-Jatinegara-Cakung pada Sabtu (16/2)

“Hari ini, kita ke Cakung, sudah ada Transjakarta, sehingga konektivitas menjadi padu. Artinya orang dari BSD ke Cakung. Dari Cakung bisa pindah Transjakarta ke luar kota,” katanya di Halte Transjakarta Cakung.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang mewujudkan integrasi antarmoda transportasi. Serta mengajak masyarakat untuk menggunakan angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi. pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment