Koran Jakarta | November 20 2018
No Comments
Kesehatan Masyarakat

DKI Bertekad Bebas Tuberkulosis

DKI Bertekad Bebas Tuberkulosis

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertekad mewujudkan Jakarta bebas penyakit tuberkulosis (TB). Pihaknya akan melaksanakan berbagai kebijakan dan tindakan promotif dan preventif, agar warga Jakarta terbebas dari penyakit menular TB.

“Mudah-mudahan Jakarta (bebas TB), bagian kita memastikan bahwa kita melindungi seluruh warga Jakarta dari segala macam potensi penyakit menular termasuk TB ini,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat meresmikan Ruang Rawat Inap TB RO (Resisten Obat) Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ), di Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Anies menjelaskan, DKI Jakarta akan menyiapkan beragam program sebagai tindakan promotif dan preventif atas penyakit TB. Sementara itu, rumah sakit seperti RSIJ Jakarta bertugas untuk tindakan kuratif melalui pengobatan.

“Untuk mewujudkan Jakarta bebas TB, seluruh Puskesmas Kecamatan dan Kelurahan di DKI Jakarta harus mampu melakukan tata laksana pasien TB, dengan penegakan diagnosis berbasis laboratorium dengan kualitas terjaga,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta juga, lanjutnya, akan menggerakkan seluruh rumah sakit, puskesmas, dan posyandu yang ada di Jakarta untuk bisa menangani pasien pengidap TB RO ini dengan baik, termasuk tindak lanjut mereka setelah melewati perawatan intensif di rumah sakit.

Dalam kesempatan ini, Anies mengapresasi dan mendukung langkah yang dilakukan RSIJ Cempaka Putih. Peningkatan Layanan Rawat Inap TB dengan diresmikannya Ruang Rawat Inap TB RO ini sebagai langkah nyata peningkatan derajat kesehatan. Dia berharap tidak seharusnya di Jakarta ada orang yang meninggal dunia akibat penyakit TB, karena TB dapat dideteksi dan disembuhkan dengan minum obat sampai tuntas.

“Ini sesuatu yang kita harus bangun kesadaran betapa pentingnya kita mencegah, dan betapa pentingnya kita memeriksa. Ada tentunya yang namanya umur itu di tangan Allah, kita semua bagian ikhtiar, tapi kalau keteledoran dan ketidakmauan kita menyiapkan fasilitas mengakibatkan kejadian seperti itu (pasien meninggal dunia), saya rasanya tak bisa kita mempertanggungjawabkannya dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSIJ, Metta Desvini Primadona Seregar mengatakan akan mendukung program Pemprov DKI Jakarta untuk menuntaskan TB di seluruh wilayah Jakarta. Pihaknya berupaya untuk menuntaskan program bebas TB dengan baik.

Sebagai informasi, penyakit TB merupakan masalah utama kesehatan masyarakat di Jakarta. Indonesia masih berada peringkat ketiga sesudah India dan Tiongkok, sebagai negara yang warganya banyak menderita TB.

Gubernur Anies memaparkan, menurut data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ada 37.700 orang yang terdeteksi memiliki masalah TB, lalu ada 5.775 orang anak, 31 ribu lainnya adalah dewasa. Sedangkan penderita TB RO ada 556 orang dan 70 persennya adalah warga Jakarta, 30 persennya dari luar.

 

Pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment