Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Optimalisasi Pembangunan

DIY Yakini Proyek Strategis Pacu Ekonomi Daerah

DIY Yakini Proyek Strategis Pacu Ekonomi Daerah

Foto : ISTIMEWA
Sri Sultan Hamengku Buwono X
A   A   A   Pengaturan Font

YOGYAKARTA – Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) optimistis relalisasi sejumlah proyek strategis mampu mendongkrak perekonomian daerah setempat sehingga dapat membantu mengurangi angka kemiskinan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan saat ini daerahnya tengah menggarap 17 proyek strategis. Dari jumlah tersebut, lanjutnya, sembilan diantaranya dilaksanakan di Kabupatan Kulon Progo. Menurutnya, pengerjaan sembilan proyek strategis tersebut berdampak positif terhadap perekonomian di Kulom Progo.

Dia memperkirakan proyek tersebut dapt mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo sebesar 10,6 persen. “Target menyejahterakan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di DIY telah berjalan sesuai harapan,” ujar Sri Sultan saat menghadiri Syawalan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Rabu (19/6).

Karenanya, Gubernur DIY berharap Pemkab Kulon Progo harus lebih kreatif untuk memanfaatkan potensi ekonomi dari proyek tersebut, tanpa melupakan akar budayanya. Pemahaman terhadap budaya kota, baik dalam lingkup airport city maupun aerotropolis, secara dinamis diperlukan, supaya tidak terperangkap kemandegan pada satu stereotype.

Namun hal tersebut harus tetap berpegang pada akar budaya yang telah dimiliki. “Program-program yang ada harus bermanfaat untuk masyarakat. Kalau tidak ya buat apa. Kalau memang bermanfaat untuk masyarakat mari kita bicara,” papar Gubernur DIY.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemda DIY atas pemberian kesempatan bagi Kulon Progo menggarap proyek-proyek strategis DIY bertaraf internasional, seperti bandara, pelabuhan, Jogja Techno Park, Bedah Menoreh, dan kawasan perkotaan Wates.

Hasto menambahkan, dengan adanya proyek-proyek strategis tersebut, angka pengangguran di Kulon Progo berkurang turun menjadi 1,4 persen dari 3,8 persen. Dia berharap angkat tersebut akan terus turun.

 

Program Berkesinambungan

 

Terkait rencana pengangkatan Hasto Wardoyo sebagai Kepala BKKBN, Gubernur DIY menyampaikan penggantinya harus kompeten dan berwawasan. Penerus Bupati Kulon Progo nantinya harus bisa menjaga kesinambungan program-program yang telah berjalan baik di Kulon Progo dan mengembangkan program tersebut menjadi semakin baik.

“Kepemimpinan harus diisi oleh orang baru yang kompeten, yang berwawasan. Penerusnya agar tetap bisa menjaga marwah warisan hidup Tomira, Airku dan aplikasi konsep Bela-Beli Kulonprogo yang lain,” ujar Gubernur DIY. 

 

YK/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment