Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments

Ditargetkan Tak Ada Perdagangan Manusia di Jawa Barat

Ditargetkan Tak Ada Perdagangan Manusia di Jawa Barat

Foto : KORAN JAKARTA / TEGUH RAHARJO
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil (tengah) pada acara JAPRI, di Bandung, Kamis (10/1). Perdagangan manusia sering disebabkan masalah kemiskinan dan kurangnya keimanan. Pemerintah Provinsi Jabar memiliki berbagai program untuk mengerem kenaikan angka perdagangan manusia.
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Ka­mil, menargetkan tidak ada lagi human trafficking (perda­gangan manusia) yang menjerat warganya. Berdasarkan laporan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar, pada tahun 2017 ka­sus yang ditangani mencapai 54 kasus, sementara pada ta­hun 2018 turun menjadi 23 kasus.

“Penurunan itu patut disyukuri, namun saya meminta agar tidak ada lagi kasus human trafficking yang terjadi di Jabar. Perdagangan manusia sering disebabkan karena ma­salah kemiskinan dan kurangnya keimanan,” kata Ridwan Kamil pada acara JAPRI, di halaman depan Museum Ge­dung Sate, Bandung, Kamis (10/1).

Untuk meminimalisir kasus human trafficking, tambah Ridwan Kamil, Jabar sudah memiliki berbagai program yang dapat mengerem kenaikan angka perdagangan ma­nusia. Intinya, kalau ada yang menawarkan kerja dengan gaji tinggi, jauh atau di luar daerahnya, harus curiga. Tanya dulu ke pihak terkait.

Sejumlah program yang diklaim akan menurunkan angka perdagangan manusia semisal kredit mesra. Dengan kredit tersebut, warga yang ingin modal usaha cepat bisa terbantu.

tgh/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment