Koran Jakarta | October 14 2019
No Comments
Dugaan Penyuapan - KPK Mengklarifikasi Pihak Penerima Suap

Ditahan, 4 Tersangka Kasus Pengesahan RAPBD Jambi

Ditahan, 4 Tersangka Kasus Pengesahan RAPBD Jambi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Dugaan penyuapan dalam kasus pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018 melibatkan banyak pihak dan KPK telah menetapkan 13 tersangka.

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka ka­sus suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Penda­patan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi Tahun 2018. Mereka akan ditahan un­tuk 20 hari ke depan.

“Hari ini, KPK menahan se­lama 20 hari pertama terhadap empat orang tersangka dalam kasus suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Kamis (18/7).

Empat tersangka yang di­tahan itu terdiri dari tiga ang­ggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019. Mereka adalah Mu­hammadiyah (M) di Rutan Ca­bang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK, Effendi Hat­ta (EH) di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Untuk Zainal Abidin (ZA) ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur. Se­dangkan Jeo Fandy Yoesman alias Asiang (JFY) dari unsur swasta ditahan di Rutan Ca­bang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK.

Lakukan Klarifikasi

Pada Kamis (18/7), penyidik KPK memanggil empat orang tersebut dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam ka­sus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018. Terhadap para tersangka ini, tambah Febri, juga diklari­fikasi dugaan perbuatan me­reka menerima ataupun mem­berikan uang terkait dengan proses pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan 13 tersangka da­lam kasus suap tersebut pada 28 Desember 2018. Ke-13 ter­sangka tersebut yaitu tiga un­sur pimpinan DPRD Provinsi Jambi yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Ketua DPRD Cornelis Buston (CB), Wakil Ketua DPRD AR Syahbandar (ARS), dan Wakil Ketua DPRD Chumaidi Zaidi (CZ).

Selanjutnya tersangka lain­nya adalah lima pimpinan fraksi, yaitu Sufardi Nurzain (SNZ) dari Fraksi Golkar, Cek­man (C) dari Fraksi Restorasi Nurani, Tadjudin Hasan (TH) dari Fraksi PKB, Parlagutan Nasution dari Fraksi PPP, dan Muhammadiyah (M) dari Fraksi Gerindra. Kemudian satu pimpinan komisi yaitu Zainal Abidin (ZA) selaku Ke­tua Komisi III.

Tersangka berikutnya ada­lah tiga anggota DPRD Provinsi Jambi masing-masing Elhelwi (E), Gusrizal (G), dan Effendi Hatta (EH). Tersangka terakhir dari unsur swasta adalah Jeo Fandy Yoesman alias Asiang (JFY).

Sebelumnya, KPK telah memproses lima orang seba­gai tersangka hingga divonis bersalah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Pertama, Asis­ten Daerah 3 Provinsi Jambi Saipudin berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi dipidana 3 tahun dan denda 100 juta ru­piah subsider 3 bulan. Kedua, Plt Sekretaris Daerah Peme­rintah Provinsi Jambi Erwan Malik putusan Pengadilan Tinggi dipidana 3 tahun 6 bu­lan dan denda 100 juta rupiah subsider 3 bulan.

Ketiga, Plt Kepala Dinas PUPR Arfan putusan Pengadil­an Tinggi dipidana 3 tahun dan dengan 100 juta rupiah subsider 3 bulan. Keempat, anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono dengan putusan Pengadilan Negeri dipidana 6 tahun, denda 400 juta rupiah, dan pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun sejak terdak­wa selesai menjalani pidana pokoknya.

Terakhir, Gubernur Jambi 2016-2021 Zumi Zola dengan putusan Pengadilan Negeri dipidana 6 tahun, denda 500 juta rupiah, dan pencabutan hak untuk dipilih dalam jaba­tan publik selama 5 tahun sejak terdakwa selesai menjalani pi­dana pokoknya.

ola/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment