Koran Jakarta | November 20 2018
No Comments
Perdagangan Global - Kebijakan Tarif AS Dinilai Tak Berpengaruh ke Indonesia

Direktur Pelaksana IMF Ingatkan Bahaya Proteksionisme

Direktur Pelaksana IMF Ingatkan Bahaya Proteksionisme

Foto : ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde
A   A   A   Pengaturan Font
Diharapkan kebijakan tarif impor AS yang baru-baru ini diumumkan tidak mengarah pada eskalasi tindakan proteksionisme yang lebih luas.

WASHINGTON - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, mendesak para pembuat kebijakan global untuk waspada terhadap proteksionisme perdagangan, setelah Amerika Serikat (AS) mengusulkan tarif baja dan aluminium.

“Pembuat-pembuat kebijakan perlu bekerja sama secara konstruktif untuk mengurangi hambatan perdagangan dan menyelesaikan perselisihan perdagangan tanpa menggunakan tindakan yang luar biasa,” kata Lagarde dalam sebuah posting blog, pekan lalu. “Mereka harus memastikan bahwa tarif impor AS yang baru-baru ini diumumkan tidak mengarah pada eskalasi tindakan proteksionisme yang lebih luas,” katanya.

Lagarde juga memperingatkan bahwa perang dagang akan merugikan pertumbuhan global dan mereka juga tidak dapat menang. Peringatannya datang saat para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari Grup 20 (G20) bersiap untuk bertemu di Buenos Aires, Argentina, pekan ini.

“Mereka akan fokus pada kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk melindungi kenaikan ekonomi global terhadap risiko-risiko penurunan dan mendorong pertumbuhan ke depan,” imbuh kepala IMF tersebut. Dia menegaskan penggunaan perdagangan untuk tujuan tertentu membahayakn dan akan membuat buruk bagi ekonomi dan buruk bagi manusia.

“Untuk itu, sangat penting untuk menggunakan caracara fiskal guna mengatasi ketidakseimbangan ekonomi global daripada meningkatkan hambatan baru dalam perdagangan,” tulis Lagarde. Pernyataan Lagarde muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, pekan lalu mengumumkan AS akan menerapkan tarif 25 persen untuk baja impor dan tarif 10 persen untuk aluminium impor dengan alasan keamanan nasional.

Langkah-langkah proteksionis unilateral ini telah memicu kritik yang meluas dan memicu ancaman pembalasan dari para mitra dagang utama, meningkatkan prospek eskalasi konflik perdagangan global yang mengancam pemulihan global.

 

Tidak Berpengaruh

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan kebijakan proteksionisme yang dilakukan AS dengan menerapkan tarif impor untuk baja dan aluminium tidak berpengaruh langsung kepada Indonesia. “Kita persaingan dengan AS tidak banyak, produk kita dengan AS juga beda.

Jadi, kalau proteksionisme tidak banyak pengaruh ke kita,” kata Darmin, pekan lalu. Meski demikian, menurut dia, kebijakan tersebut bisa membuat produsen baja maupun alumunium akan mencari daerah tujuan baru ekspor dan membanjiri pasar baru. Ia menambahkan langkah yang dilakukan AS bisa saja diikuti oleh negara-negara lain untuk menerapkan tarif impor terhadap produk ekspor unggulan Indonesia di pasar luar negeri.

Untuk itu, melakukan diversifikasi pasar ekspor dalam situasi saat ini menjadi penting, apalagi India yang saat ini menjadi salah satu negara tujuan ekspor CPO Indonesia telah mengenakan bea masuk tinggi. “Kita harus mencari pasar lain dan meningkatkan penggunaan biodiesel dalam negeri,” kata Darmin. 

 

Ant/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment