Dinamis Berkat Interior Kaya Corak | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments

Dinamis Berkat Interior Kaya Corak

Dinamis Berkat Interior Kaya Corak

Foto : koran jakarta/dini daniswari
A   A   A   Pengaturan Font

Keberanian mencampurkan warna dan funitur justru menampilkan interior yang lebih dinamis. Alhasil, desainpun tidak terlihat monoton.

Nilai kedinamisan menjadikan interior tampak selalu baru. Desainpun makin sejalan dengan kehidupan yang menuntut perubahan secara cepat. Walaupun desain menggunakan beragam furnitur dan warna, namun desain tampak menyatu antara satu dengan yang lainnya.

Kezia Karin, desainer interior, mengatakan, dia selalu mengutama konsep dalam mendesain. “Bukan masalah ceilingnya mau diapain, tapi keseluruhan ambiencenya mau diapain dulu,” ujar desiner interior yang senang mencampurkan berbagai warna tersebut dalam peluncuran Cattelan Italia, label interior dari Italia di Melandas, Jakarta.

Dengan percampuran itu, pemikiran yang jarang diadaptasi oleh desainer interior pemula akan memiliki benang merah antara satu warna, pattern (pola) bahwa furniturnya.

Seperti dalam mendesain instalasi sebuah kantor. Dia menggunakan pattern lantai yang berbeda di bandingkan ceiling. Selain itu, ia menggunakan warna ceiling dan pembatas ruang dengan warna yang berbeda. Namun perbedaan tersebut terlihat menyatu satu sama lain.

Agar interior yang dirancang tetap harmonis, wanita yang mendesain untuk apartemen, villa, kantor maupun exhibition ini tidak menempatkan barang dalam jumlah terlalu banyak. Setiap furnitur maupun barang yang diletakkan selalu memiliki jeda sehingga tidak menghalangi pandangan mata. Untuk buku yang biasa terdapat di dalam kantor, dia memilih memajangnya dalam penataan yang tidak monoton.

Sementra, percampuran interior dalan satu ruang digunakan pula oleh Eko Priharseno. Dalam merancang instalasi sebuah ruang di dalam rumah. Laki-laki yang senang traveling ini menggabungkan meja makan dengan meja bar di salah satu sudut ruang. Penggabungan tersebut tidak lain supaya ruang dapat digunakan sesuai fungsinya maupun untuk keperluan lainnya.

Seperti meja makan berbentuk bulat yang terdapat di ruang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai meja makan. Namun meja tersebut dapat digunakan sebagai ajang berkumpul bersama keluarga maupun teman-teman untuk bermain game. Meja makan berwarna gelap tampak kokoh meskipun memiliki sandaran yang lebih santai.

Meja bar yang terletak di sudut ruang menjadi semacam pemecah suasana ruang.

Meja dengan warna orange kemerahan untuk bagian atasnya dan warna biru bermotif di bagian bawahnya memberikan kecerianaan dalam ruang tersebut. Di sisi lain, keberadaan meja bar memberikan penagasan bahwa ruang tersebut tidak digunakan untuk kepentingan formal namun juga nonformal.

Dalam mendesain, Eko mengaku ingin memberikan kebebasan pada setiap penghuni rumah yang berada di ruang tersebut. “Saya ingin membuat sesuatu yang agak liar,” ujar dia tentang desain intalasinya. Desain yang terinspirasi dari buku IBIZA ingin menampilkan perayaan di dalam rumah. Sehingga, interior rumah tidak terkesan monoton namun ruangan menjadi hidup. din/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment