Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments

Dikembangkan, Zat Pengukur Kerusakan Sel

Dikembangkan, Zat Pengukur Kerusakan Sel

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Penuaan diteliti sebagai bagian dari kerusakan sel. Dan ini mungkin merupakan indikasi yang lebih akurat mengenai usia biologis tubuh.

Seseorang bakal tergerus umur. Kondisi ini menye­babkan seseorang menjadi terlihat lebih tua. Namun, penelitian menyebutkan bahwa faktor penanda penuaan dapat di­ketahui lebih awal sebab penuaan lebih dimungkinkan sebagai akibat kerusakan sistem sel.

Karena itu, para periset menemu­kan sistem bahwa zat yang menun­jukkan kerusakan oksidatif akan me­ningkat dalam urin saat seseorang bertambah tua. Sistem ini menggu­nakan pengukuran biomarker.

Periset menyebutkan bahwa pengukuran biomarker penanda penuaan ini bisa menjadi sebu­ah metode untuk mengukur usia biologis seseorang. Ini juga dapat membantu memprediksi risiko an­caman penyakit degeneratif pada seseorang, bahkan memungkinkan memprediksi kerangka waktu kema­tian seseorang.

 

Para periset menemukan bahwa zat yang menunjukkan kerusakan oksidatif akan meningkat dalam urin saat seseorang bertambah tua. Studi yang dipublikasikan di Frontiers in Aging Neuroscience sekaligus menjelaskan cara untuk mengukur dengan mudah tingkat penanda ini pada sampel urin manusia.

Penanda baru ini berpotensi me­nyediakan metode untuk mengukur beberapa hal tentang tubuh kita, se­perti usia biologis dan bukan hanya usia kronologis.

Temuan ini bisa membantu memprediksi risiko yang terjadi pada seseorang terkait dengan sejumlah penyakit degeneratif yang terkait dengan usia, atau bahkan se­perti rumusan waktu untuk kema­tian seseorang.

Sementara itu meskipun setiap orang yang lahir di tahun yang sama memiliki usia kronologis yang sama, tubuh seseorang cenderung berbeda pada tingkatan usia biologisnya. Ini berarti, walaupun risiko penyakit semakin menigkat seiring dengan bertambahnya usia.

Meski begitu, hubungan antara tahun usia seseorang dan kesehatan serta umur seseorang justru sema­kin “longgar”. Banyak orang menik­mati hidup yang panjang, terbebas dari penyakit, sementara yang lain menderita penyakit kronis dan kematian dini.

Jadi, jika usia tahun seseorang bukanlah indikator adanya penua­an yang paling andal dalam tubuh, maka ada apa sebenarnya?

Beberapa peneliti menganggap penyakit adalah hal yang normal sebagai bagian dari proses penuaan yang juga normal terjadi, dimana kerusakan sel-sel kita terus menum­puk dari waktu ke waktu.

Tingkat kerusakan sel ini dapat bervariasi pada setiap orangnya dan sangat mungkin didikte oleh faktor genetika, gaya hidup dan juga ling­kungan tempat tinggal. Kerusakan sel ini mungkin merupakan indikasi yang lebih akurat mengenai usia biologis kita daripada jumlah tahun sejak seseorang dilahirkan.

Menemukan cara untuk mengukur usia biologis dapat membantu memprediksi risiko penyakit terkait usia dan bahkan kematian seseorang. Kita juga perlu untuk dapat mengukur usia biologis untuk mengetahui apakah jenis perawatan untuk memperlambat penuaan - yang mungkin terjadi di masa depan, akan efektif atau tidak.

 

Salah satu mekanisme yang di­anggap mendasari penuaan biologis melibatkan molekul yang vital bagi kelangsungan hidup yakni oksigen. Sebagaimana yang disebut dalam teori penuaan radikal bebas.

“Produk sampingan oksigen yang diproduksi selama metabolisme normal dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada biomolekul dalam sel, seperti DNA dan RNA,” kata Jian-Ping Cai, seorang peneliti yang terlibat dalam penelitian ini. “Seiring bertambahnya usia, kita menderita kerusakan oksidatif yang meningkat, sehingga tingkat penanda oksidatif meningkat di tubuh kita,” tambah Cai.

Salah satu penanda tersebut, adalah 8-oxo-7,8-dihydroguanosine - atau 8-oxoGsn untuk hasil singkat dari oksidasi molekul penting di sel kita yang disebut RNA. Pada penelitian sebelumnya pada hewan, Cai dan rekan menemukan bahwa kadar 8-oxoGsn cenderung meningkat dalam urin seiring bertambahnya usia.

Untuk melihat apakah kondisi ini juga berlangsung pada manusia, para peneliti mengukur 8-oxoGsn dalam sampel urin dari 1.228 warga China berusia 2-90 tahun, dengan menggunakan teknik analisis cepat yang disebut ultra-high-perfor­mance liquid chromatography.

“Kami menemukan peningkat­an yang berhubungan dengan usia 8-oxoGsn pada peserta berusia 21 tahun ke atas.” kata Cai. “Oleh ka­rena itu, 8-oxoGsn kemih menjanji­kan sebagai penanda baru penua­an,” terang Cai.

Menariknya, kadar 8-oxoGsn kira-kira sama antara pria dan wani­ta, kecuali pada wanita pasca meno­pause, dimana menunjukkan tingkat yang lebih tinggi. Hal ini mungkin disebabkan oleh penurunan kadar estrogen yang terjadi selama meno­pause, karena estrogen diketahui memiliki efek anti-oksidan.

Teknik analisis cepat tim ini bisa bermanfaat untuk penelitian penua­an berskala besar, karena dapat memproses sampel urine hingga 10 peserta per jam.

“Urin 8-oxoGsn mungkin men­cerminkan kondisi sebenarnya dari tubuh kita lebih baik daripada usia kronologis kita, dan dapat memban­tu kita untuk memprediksi risiko pe­nyakit terkait usia,” Cai menyimpul­kan.

nik/berbagai sumber/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment