Koran Jakarta | June 23 2017
1 Comment
Operasi Tangkap Tangan

Diduga Terima Suap, Bupati Klaten Ditangkap KPK

Diduga Terima Suap, Bupati Klaten Ditangkap KPK

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA. – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten, Sri Hartini, di rumah dinas Bupati Klaten, Jalan Pemuda, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (30/12) pagi.

Bersama Bupati, KPK juga mengamankan dua pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten dan sejumlah barang bukti termasuk uang sekitar 2 miliar rupiah. Hingga berita ini diturunkan, Jumat malam, penyidik KPK masih memeriksa Bupati Klaten. Ketua KPK, Agus Rahardjo, hanya membenarkan KPK telah melakukan OTT terhadap Bupati Klaten, Sri Hartini.

“Benar salah satunya (Bupati Klaten),” katanya singkat. Sementara itu, Ajudan Bupati Klaten, Tri Nugroho, mengungkapkan kedua pejabat yang dibawa KPK bersama Bupati Klaten adalah Sekretaris Dinas Pendidikan berinisial S dan Kabid Pendidikan Dasar berinsial BT. Keduanya diamankan bersama Sri Hartini di rumah dinas Bupati Klaten di Jalan Pemuda, Klaten, Jawa Tengah, Jumat pagi.

Tri mengaku sempat menyaksikan ada dua orang selain Sri Hartini yang dimasukkan ke mobil KPK. “Tadi ada dua orang dari dinas pendidikan, yakni sekretaris dan kabid diksar,” katanya. Setelah penangkapan, KPK menyegel ruang kerja Bupati Klaten Sri Hartini di Gedung B kompleks Setda Kabupaten Klaten di Jalan Pemuda, Klaten.

KPK juga menyegel kantor BKD. “Dua petugas KPK itu, melarang agar ruang kerja bupati steril, tidak ada orang masuk,” kata Tri. Selain itu, KPK juga menyegel satu unit mobil operasi Toyota Innova warna hitam nopol AD 100 C dengan menempel kertas tanda KPK. Mobil operasional Bupati Klaten tersebut terlihat di parkiran halaman rumah dinas bupati yang jaraknya sekitar 100 meter dari kantor kabupaten.

Pelantikan Batal

Penangkapan Bupati Klaten Sri Hartini oleh KPK membuat acara pengukuhan dan pelantikan Struktur Organisasi Tata Kerja 2017 Kabupaten Klaten batal. Akibatnya sebanyak 1.200 paket makanan ringan yang sudah dipesan akhirnya dibagikan kepada anak-anak yatim piatu.

Sementara itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyatakan, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Bupati Klaten, Sri Hartini. “Terhitung pukul 12.30 WIB, Jumat (30/12) siang, yang bersangkutan tidak lagi menjadi anggota partai. Sanksi pemecatan seketika adalah bukti keseriusan DPP PDIP dalam menegakkan disiplin partai,” kata Hasto.

Hasto menegaskan bahwa apa yang dilakukan Sri Hartini tersebut sangat tidak pantas dan partai meminta maaf atas penyalahgunaan kekuasaan tersebut. Menurutnya, setelah mendapat kabar Bupati Klaten kena OTT KPK, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri langsung memerintahkan untuk diberikan sanksi pemecatan seketika. “Tindakan yang bersangkutan sangat memalukan,” jelas Hasto.  Ant/AR-2

View Comments

Boss
Senin 13/2/2017 | 12:50
This has made my day. I wish all poigtnss were this good.

Submit a Comment