Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments
Sex Education

Dibutuhkan Pemahaman Khusus bagi Perempuan

Dibutuhkan Pemahaman Khusus bagi Perempuan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Seks adalah salah satu hal yang tabu untuk dibicarakan, padahal dalam kehidupan sehari-hari terutama pada orang yang sudah berumah tangga, hal itu penting.

Sebuah riset mengenai kepuasan seksual yang dilakukan pada 7 ribu perempuan baru-baru ini mengungkapkan kalau perem­puan milenial cenderung tidak menik­mati kehidupan seks mereka.

Menurut Elizabeth Santosa, Sex­pert dan juga psikolog mengatakan bahwa ada tiga penyebab utama yang membuat berkurangnya kepuasan seksual pada perempuan saat ini. Yaitu seperti kebebasan individual, kemajuan teknologi serta menjamurnya aplikasi kencan.

Elizabeth menuturkan, di zaman di mana kebebasan dijunjung tinggi, ma­syarakat memiliki banyak pilihan cara untuk hidup. Seperti menentukan ka­pan akan menikah, memiliki anak, serta menentukan tipe rumah tangga seperti apa yang ingin dibangun nantinya.

“Karena itu, tekanan sosial juga cen­derung berkurang. Sehingga pressure untuk membangun sebuah hubungan pun menjadi lebih sedikit,” katanya.

Akibatnya, perempuan zaman seka­rang pun cenderung tidak terburu-buru dan lebih berhati-hati dalam memban­gun sebuah hubungan.

Kemajuan teknologi juga mendu­kung akan hal itu, tidak dipungkiri kalau hal itu sangat memanjakan peng­gunanya. Orang saat ini tidak memiliki kepentingan untuk pergi keluar rumah dan berusaha menemukan pasangan. Dengan adanya teknologi yang sangat maju, setiap orang dapat melakukan berbagai aktivitas sendirian tanpa harus keluar rumah.

Hal itu pun mendorong kontak sosial yang semakin berkurang dan tanpa sa­dar banyak orang yang malas bertemu dengan orang lain secara langsung. Tanpa disadari pula, dengan adanya kemajuan teknologi, meskipun orang bertemu langsung namun mereka tidak dapat dipisahkan dari yang namanya gawai.

Selain itu, menjamurnya aplikasi kencan sebenarnya menjadi salah satu faktor kurangnya faktor kepuasan seksual pada perempuan. “Kebutuhan untuk memiliki pasangan sebenarnya tetap tinggi dari masa ke masa, bahkan Maslow juga memasukan hubungan yang intim menjadi salah satu kebutu­han dasar manusia,” kata Eliza­beth.

Namun, dengan ban­yaknya aplikasi kencan saat ini di dunia maya membuat orang melewati proses berkenalan secara natural. Proses awal bertemu, saling mengenal satu sama lain, diganti dengan menggeser foto online pilihan te­man kencan. Akh­irnya, ikatan antar pasangan pun men­jadi kurang kuat dan memerlukan kerja yang eks­tra untuk mendapat­kan chemistry dengan pasangan khu­susnya yang berkenalan lewat aplikasi kencan.

Untuk itu, Elizabeth pun menam­bahkan sedikit tips untuk meningkat­kan kualitas dalam berhubungan den­gan pasangan, termasuk membangun hubungan dan koneksi secara seksual dengan pasangan. Mengingat data sebelumnya menyebut bahwa sekitar 7 ribu perempuan merasa tidak memiliki kepuasan seksual.

“Ini berarti sebagai seorang pria sejati, Anda perlu mengutamakan kenikmatan yang dirasakan oleh pasangan Anda. Kenikmatan harus menjadi bagian dari awal hingga akhir dalam bercinta sehingga kualitas dalam hubungan Anda dapat menjadi sema­kin baik,” ujarnya.

Tips yang pertama dengan mem­berikan yang terbaik di setiap kes­empatan. Semisal setiap kali pada momen bercinta, pastikan pasangan Anda selalu mencapai titik kepuasan. Selain itu, hindari berfantasi mengenai perempuan lain saat bercinta.

Sebuah riset pernah mengungkap­kan bahwa sekitar 42 persen laki-laki membayangkan perempuan lain saat bercinta. Padahal terlalu banyak fantasi akan mengurangi sensasi bercinta dan menghilangkan momen berharga den­gan pasangan.

Selain itu, lakukan komunikasi tatap muka sebanyak mungkin. Jangan ragu untuk mengekspresikan cinta Anda karena semakin sering bertemu dan bertatap muka dengan pasangan dapat berpengaruh besar terhadap kedekatan Anda dengannya.

Gunakan pula cara-cara klasik seperti memberikan kado kejutan atau mengungkapkan kalimat pujian yang berbeda setiap minggu. Hal itu tentu­nya bisa membuat pasangan merasa tersanjung dan hubungan Anda berdua pun semakin intim. gma/R-1

Pentingnya Kata Aman

Tidak peduli berapa lama Anda telah bersama dengan pasangan Anda atau hubungan seksual seperti apa yang Anda berdua miliki, ketika Anda tidak ingin melakukannya lagi Anda diperbolehkan un­tuk keluar dari hubungan itu apapun alasan­nya. Sangat penting rasanya untuk mendis­kusikan mengenai konsen dan mengetahui apa yang Anda dan pasangan Anda inginkan serta apa yang membuatnya merasa nyaman.

Mengetahui hal-hal seperti itu, serta me­mutuskan apa itu kata aman selagi berhubun­gan merupakan cara paling bagus untuk membuat Anda berdua menjadi aman dan nyaman selagi berhubungan intim.

“Kata aman itu merupakan kata yang dipilih oleh pasangan secara bersama-sama dan digunakan ketika mengindikasi salah satu dari keduanya ingin menjeda aktivitas seksual apapun alasannya,” ujar McKenna Maness, Sex Educator dan mantan koordinator pendi­dikan dan pencegahan The Santa Cruz AIDS Project (SCAP).

Entah hubungan seksual yang dilakukan terlalu intens atau pasangan Anda secara fisik merasa kesakitan hingga membuatnya kurang nyaman. “Pada beberapa kasus, pasangan yang ingin berhenti dapat mengatakan kata aman mereka dan pasangannya itu akan mengetahui kapan waktunya untuk segera berhenti dan memeriksa apa yang terjadi,” lanjutnya.

Kata aman juga bisa menjadi salah satu alat untuk berkomunikasi dengan pasangan Anda, yang berarti hubungan yang Anda berdua lakukan merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Kata aman diciptakan untuk alasan terutama alasan keamanan dan bertujuan agar orang tidak dapat memaksa mereka untuk melakukan hal yang tidak mer­eka inginkan.

Ketika memilih kata aman, cukup mem­bantu apabila mengambil dari frasa-frasa universal seperti lampu lalu lintas. Menurut Lola Jean, Sex Educator hal seperti itu mudah diingat ketika tengah melakukan suatu ak­tivitas dan orang-orang mudah menangkap maksudnya. “Anda bisa menambahkan kata seperti ‘Merah Berhenti’ untuk mengakhiri hubungan seksual yang sedang Anda laku­kan,” katanya.

Jika Anda bukan orang yang suka berbicara ketika melakukan hubungan intim dan mera­sa kata aman dalam bentuk verbal kurang nyaman, dapat mencoba menggunakan sinyal fisik untuk berhenti. Seperti menepuk pundak pasangan, membuat tanda peace, selama mereka melihat dan mengerti arti dari tanda tersebut. gma/R-1

 

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment