Dewan Nasional Setujui Pembentukan Dua KEK Baru | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Perekonomian Daerah

Dewan Nasional Setujui Pembentukan Dua KEK Baru

Dewan Nasional Setujui Pembentukan Dua KEK Baru

Foto : Istimewa
Kawasan Ekonomi Khusus
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA- Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyetujui pembentukan dua KEK baru, yaitu KEK Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT). Kedua kawasan tersebut berlokasi di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dewan Nasional KEK selanjutnya akan merekomendasikan kepada Presiden untuk menetapkan kedua kawasan itu melalui Peraturan Pemerintah karena telah memenuhi persyaratan keberhasilan pengembangan dan diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja dan mendorong perekonomian daerah.

Keputusan tersebut diambil oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga selaku Ketua Dewan Nasional KEK dalam sidang dewan nasional secara online di Jakarta, Jumat, (10/7).

Rapat tersebut diikuti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo selaku ketua tim pelaksana dewan nasional KEK, para pejabat Eselon I dari kementerian terkait, Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Muhammad Rudi, dan Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto.

”KEK Nongsa Digital Park dan KEK MRO Batam Aero Technic hari ini kita setujui untuk ditetapkan sebagai KEK, karena telah memenuhi syarat,” kata Menko Ekonomi Airlangga Hartarto.

Setelah ditetapkan, KEK akan diberikan waktu paling lama tiga tahun sampai siap beroperasi dan dilakukan evaluasi pembangunan setiap tahunnya.

Sekretaris Dewan Nasional KEK, Enoh Suharto Pranoto menjelaskan, dua kawasan itu memiliki luas lahan 166,45 hektar dengan total investasi 16 triliun rupiah. Rinciannya, investasi pembangunan kawasan 1,092 triliun rupiah dan investasi tenant 14,908 triliun rupiah. Total tenaga kerja yang akan terserap sebanyak 16.500 orang.

Pengusulnya kata Enoh yaitu PT. Taman Resor Internet (PT. Tamarin), yang berpengalaman di bidang pariwisata, industry kreatif dan IT, serta kawasan industri.

Sedangkan, Nongsa Digital Park dinilai siap karena lahan telah dikuasai dan peruntukannnya telah sesuai dengan Perpres No. 87 Tahun 2011. Sudah ada juga investor yang masuk yaitu PT Kinema untuk IT Apple Academy dan calon investor data center PT. Nexus, D-Town Commercial Center. Infrastruktur kawasan telah terbangun di lahan tahap 1 seluas 91,11 hektare, yaitu marina, resort, studio film, IT office, dan golf course.

KEK Nongsa Digital Park diharapkan menjadi entry point untuk perusahaan IT International dari Singapura dan manca negara, sehingga menghemat devisa negara dalam bisnis digital 20-30 triliun rupiah per tahun dengan kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan Internasional.

”Adanya transfer teknologi di bidang IT sehingga KEK Nongsa Digital Park dapat menjadi pusat pengembangan SDM tenaga IT muda Indonesia menjadi technopreneur,” kata Enoh. Serta dapat memaksimalkan koneksi internet international, karena terdapat 7 kabel FO bawah laut berjarak 2-3 km dari KEK Nongsa Digital Park, yang dapat dimaksimalkan untuk pengembangan data center, industri animasi.

Selanjutnya, KEK MRO Batam Aero Technic (BAT) memiliki luas lahan 30 hektare dengan kegiatan utama industri MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul). Nilai investasi 6,2 triliun rupiah sampai dengan tahun 2030. KEK ini dapat menyerap tenaga kerja 9.976 orang pada tahun 2030.

Pengusulnya adalah PT Batam Teknik. Perusahaan ini mulai beroperasi tahun 2014 di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sebagai perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat (MRO). Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70 persen dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai 26 triliun rupiah per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri. Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar 100 miliar dollar AS pada 2025.bud/E-9

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment