Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Pembangunan Stadion

Dewan Minta Tender JIS Diulang

Dewan Minta Tender JIS Diulang

Foto : ISTIMEWA
Gembong Warsono, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Proses tender proyek Jakarta International Sta­dium (JIS) dinilai janggal yang memunculkan konsorsium atau Kerja Sama Operasi (KSO) Wi­jaya Karya (Wika) Gedung-Jaya Konstruksi-PT Pembangunan Perumahan (PP) sebagai peme­nang, dan meminta prosesnya diulang.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mengatakan tender tersebut harus diulang lantaran ada gap harga penawaran yang begitu jauh antara KSO pemenang ten­der dan KSO Adhi Karya-Huta­ma Karya-Nindya Karya-Indah Karya yang memprotes hasil lelang proyek pembangunan.“Walaupun gap itu dijelaskan soal teknis, tapi teknis masa sampai ratusan miliar rupiah, rasanya juga nggak masuk akal,” ucap Gembong pada wartawan di Jakarta, Rabu (11/9).

Bahkan, Gembong meng­ungkapkan dengan adanya kejanggalan tersebut, pihak­nya memiliki kecurigaan pihak KSO pemenang tender me­lakukan kesepakatan tersendiri sebelum tender terjadi.

“Selanjutnya, kami lihat sepertinya ini udah ‘kerja du­luan’, baru lelang dilakukan artinya udah yakin bahwa dia pemenangnya. Kalau memang gap soal teknis itu kan sangat subyektif. Subjektivitas kita di­hargai 300 miliar rupiah, kan terlalu jauh,” katanya.

Atas hal tersebut, Gembong mengatakan pihaknya meminta untuk hal tersebut diselesaikan dan dilakukan tender ulang. ‘

“Tapi jangan justru ini (ten­der ulang) menghambat peker­jaan. Tetap percepatan itu kita butuhkan, tapi nggak boleh nabrak aturan,” ujar Gembong.

Sebelumnya, KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya memprotes hasil lelang proyek pembangunan Ja­karta International Stadium yang dimenangkan KSO Wika Gedung-Jaya Kon­struksi-PP.

Karena, selain ke­dua KSO sama-sama dinyatakan lulus secara teknis, KSO yang dipimpin Adhi Karya menawarkan harga lebih murah.

Selain itu, konsorsium Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya keberatan dengan posisi Wika Gedung sebagai perusahaan yang memimpin KSO pe­saingnya karena pe­rusahaan tersebut tidak termasuk pe­rusahaan yang diun­dang untuk mengi­kuti lelang.

Perusahaan yang di­undang untuk mengi­kuti lelang ada­lah PT Wijaya Karya. Se­dangkan Wika Gedung merupakan anak perusahaan Wijaya Karya.

Dari informasi yang bere­dar, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai penanggung jawab proyek JIS, mengam­bil dua kriteria yang harus dipenuhi, yakni penilaian teknis yakni perencanaan, ran­cangan, konstruksi, teknologi, material hingga jadwal (bobot nilai 70 persen) dan harga pe­kerjaan (30 persen).

KSO yang dipimpin Adhi Karya mendapat nilai teknis 60,17. Sementara KSO yang di­pimpin Wika Gedung menda­pat nilai 66,14. Nilai KSO yang dipimpin Adhi Karya lebih ren­dah karena tidak memenuhi beberapa kategori penilaian teknis.  Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment