Koran Jakarta | November 19 2019
No Comments
Pimpinan BI - Pangsa Industri Syariah Baru 8,7%

Destry Diminta Cepat Beradaptasi di Bank Sentral

Destry Diminta Cepat Beradaptasi di Bank Sentral

Foto : Berbagai sumber
A   A   A   Pengaturan Font
Gubernur BI yakin Destry akan cepat menyesuaikan karena sudah memahami visi-misi baru bank sentral.

 

JAKARTA – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) terpilih, Destry Damayanti, diharapkan mampu beradap­tasi secara cepat dengan ranah kebijakan bank sentral setelah dia resmi menjadi salah satu pimpinan BI tersebut.

Sebagaimana diketahui, Komisi XI DPR, Kamis (11/7), secara resmi menyetujui Des­try sebagai DGS BI, menggan­tikan Mirza Adityaswara yang akan habis masa jabatannya pada 24 Juli 2019. Pelanti­kan Destry tinggal menunggu sidang paripurna DPR dan pengucapan sumpah jabatan di Mahkamah Agung.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menge­mukakan dirinya merasa yakin dengan kemampuan Destry untuk menduduki jabatan se­bagai orang nomor dua di BI. “Kami sudah komunikasi sejak lama dan dia itu kawan lama. Selamat datang sebagai Deputi Gubernur Senior BI,” kata Per­ry, di Jakarta, Jumat (12/7).

Dia menilai Destry sudah memahami visi-misi baru bank sentral. “Destry sudah tahu, dan kami sudah berdis­kusi tentang visi-misi Bank Indonesia yang baru, program strategis, arah kebijakan BI dan kami sudah sejak lama berinteraksi. Saya yakin Destri akan cepat menyesuaikan dan memperkuat BI,” ujar dia.

Sejak Destry menjadi un­sur pimpinan Lembaga Pen­jamin Simpanan (LPS), ujar Perry, dirinya sudah sering berdiskusi mengenai kondisi perekonomian global dan domestik. Destry, lanjut dia, juga memegang peran penting dalam pengambilan kebijakan di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Destry mengikuti serang­kaian uji kelayakan dan kepat­utan atau fit and proper test oleh Komisi XI DPR sejak 1 Juli lalu. Pada uji kelayakan di de­pan anggota Komisi Keuangan dan Perbankan itu, Destry me­maparkan rencana kebijakan bertema Menjadi Bank Sentral yang Adaptif dan Inovatif.

Dalam pemaparannya, Destry menekankan lima area strategis yang menjadi program prioritasnya untuk mendukung tugas bank sentral dalam men­jaga stabilitas sistem keuangan. Lima area strategis itu meli­puti optimalisasi bauran kebi­jakan yang bersifat akomodatif, pendalaman pasar keuangan, pengembangan sistem pem­bayaran, pengembangan eko­nomi dan keuangan syariah, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Destry menjelaskan optimalisasi bauran kebijakan ini dibu­tuhkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendo­rong pertumbuhan ekonomi dengan menyesuaikan terha­dap dinamika siklus bisnis dan keuangan yang sedang terjadi.

Kemudian, tambah Destry, pendalaman pasar keuangan yang saat ini masih dangkal, menjadi penting untuk men­dukung pembiayaan pembangunan ekonomi yang masih terbatas dari sumber dana pemerintah dan dalam negeri.

Dia mengatakan pengem­bangan sistem pembayaran yang lancar, aman, efisien dan inklusif juga penting karena saat ini penggunaan teknologi finansial berkembang pesat dan mulai menggeser pola transaksi konvensional men­jadi berbasis nontunai.

Ekonomi Syariah

Untuk pengembangan eko­nomi dan keuangan syariah, menurut dia, hal itu menjadi kebutuhan penting, karena Indonesia saat ini hanya dija­dikan pasar dari produk halal. Padahal, Indonesia merupak­an negara dengan jumlah pop­ulasi muslim terbesar di dunia.

“Pangsa pasar industri sya­riah masih rendah, karena pada April 2019 hanya ter­catat 5,9 persen untuk industri perbankan, 4,2 persen untuk industri keuangan nonbank dan 16 persen di pasar modal. Secara total hanya 8,7 persen dari total industri keuangan di Indonesia,” kata Destry saat fit and proper test awal bulan ini.

Terakhir, sinergi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun DPR dan otoritas lain sangat dibu­tuhkan untuk mengatasi permasalahan dalam sistem keuangan yang semakin kom­pleks serta mendukung penguatan sistem pembayaran dan teknologi finansial.

Destry Damayanti diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal untuk menem­pati posisi DGS BI periode 2019–2024. Sebelum menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner LPS, Destry pernah men­duduki jabatan penting, seperti Kepala Ekonom PT Bank Man­diri Persero Tbk, Direktur Ekse­kutif Mandiri Institute, hingga Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korup­si (KPK). Ant/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment