Destinasi Hong Kong Lunglai | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Destinasi Hong Kong Lunglai

Destinasi Hong Kong Lunglai

Foto : koran jakarta
A   A   A   Pengaturan Font

Unjuk rasa besar-besaran yang berlang-sung berbulan-bulan telah menjadikan industri pariwisata “Truly Asia” lunglai. Hong kong, yang pernah menjadi pusat destinasi Asia, kini merintih. Banyak wisatawan dari mancanegara membatalkan diri. Ini harus dimanfaatkan industri pariwisata Indonesia agar mampu menggaet wisataan yang batal ke Hong Kong.

Demonstrasi telah mem­buat turis asing tak mau ambil risiko. Mereka tak lagi melirik Hong Kong untuk liburan akhir tahun. Walau hotel-hotel banyak memberi po­tongan harga, para tamu asing tak kunjung datang. Apalagi penerban­gan-penerbangan utama seperti Cathay Pacific juga tetap “mahal”. Mereka tak mau menurunkan tarif.

Koran Jakarta yang mencoba menelusuri pusat-pusat rekreasi seperti Disneyland melihat tak ba­nyak wisatawan asing maupun lo­kal yang biasa memenuhi lokasi se­perti ini. Kawasan belanja Kowloon juga tampak sepi dari pengunjung. Unjuk rasa yang menuntut “kemer­dekaan” Hong Kong dari cengkera­man tanah daratan, Beijing, telah menghancurkan ekonomi Hong Kong, termasuk pariwisata. Semua unjuk rasa hanya menuntut pem­batalan isi rancangan UU Ekstradisi yang bisa membawa warga Hong Kong diadili di Tiongkok. Mungkin tanggung menurut para pengunjuk rasa. Jadi, mereka minta “merdeka” sekalian dari Tiongkok.

Pemimpin Hong Kong, Car­rie Lam, yang kejam kepada para demonstran, dituntut mundur. Namun perempuan ini berge­ming. Dia tetap dengan tangan besi memerangi para demonstran. Tak pelak, wisatawan asing turun hingga 50 persen. Mungkin akan terus turun kedatangan turis man­canegara sampai akhir tahun, kalau gejolak tak mereda.

Bahkan, para pengunjuk rasa mengingatkan para wisatawan, “Jangan percaya pemerintah dan polisi Hong Kong yang memerangi warganya sendiri saat unjuk rasa.” Tingkat hunian sejumlah hotel te­lah berkurang setengahnya. Sejauh ini belum ada peningkatan seperti yang disampaikan Sekretaris Ke­uangan Hong Kong, Paul Chan. “Tarif kamar hotel anjlok hingga 70 persen,” kata Paul Chan. Dia mengatakan, ke depan, kondisinya akan semakin berat. Sulit memper­baiki keadaan Hong Kong dalam waktu singkat.

Malahan beberapa waktu lalu, anak-anak pelajar membantu para pengunjuk rasa. Para siswa sekolah berseragam membentuk rantai manusia di distrik-distrik seluruh Hong Kong. Dunia mestinya juga membantu Hong Kong melepas­kan dari tangan Beijing. Zaman sekarang jangan lagi ada negara menguasai negara lain. Hong Kong adalah sebuah negara yang berada dalam cengkeraman negara adi­daya Tiongkok.

Hong Kong mirip-mirip dengan Bali. Boleh dikata, warga dua wila­yah ini hidup dari wisatawan, baik domestik maupun asing. Maka, ketika Bali terus dibom oleh teroris, ekonominya nyaris lumpuh karena tak ada wisatawan datang. Demi­kian pula Hong Kong, saat ini per­ekonomian lunglai karena industri pariwisata lumpuh.

Bahkan menurut Carrie Lam, kondisi sekarang jauh lebih parah dari situasi saat Hong Kong dise­rang wabah virus SARS tahun 2003 lalu. Saat itu, virus yang dimulai dari Tiongkok tersebut juga mewabah di Hong Kong. Karena takut tertular virus mematikan tersebut, para turis asing tidak ada yang berani datang ke Hong Kong. Nah, saat itu saja turis sudah anjlok parah. Kalau kini lebih parah dari tahun 2003 tersebut, Hong Kong benar-benar menderita dari sisi turistik.

Saatnya ke Hong Kong

Bagi mereka yang tidak takut unjuk rasa, malah saat ini menjadi waktu yang tepat untuk datang ke Hong Kong. Hal ini terutama un­tuk memanfaatkan secara leluasa memilih hotel. Sebab, banyak hotel memberi potongan harga hingga 60 persen. Jadi, demonstrasi bisa menjadi “blessing indisguise” un­tuk mereka yang mau menikmati Hong Kong.

Hanya untuk ke sini perlu tahu kegiatan unjuk rasa. Biasanya demo dilakukan akhir pekan. Maka kalau tidak mau terganggu demonstrasi, silakan pergi pada hari Senin– Kamis, kecuali kalau malah mau menonton aksi unjuk rasa atau ikut sekalian guna membantu masyara­kat Hong Kong lepas dari cengkera­man Tiongkok.

Jadi, kapan lagi, silakan pergi ke Hong Kong untuk menikmati hotel-hotel berbintang yang ramai-ramai menjatuhkan harga. Ini saatnya menikmati fasilitas mewah hotel berbintang dengan harga terjang­kau. Sebab kalau tarif normal, barangkali yang berkantong cekak akan berpikir ulang. Hotel me­rupakan fasilitas yang berat dalam komponen piknik. Kini, komponen itu lebih murah. Silakan menikmati. wid/G-1

Destinasi-destinasi Populer

Kalau keadaan mereka, para pelancong memilih bebe­rapa destinasi “tradisional” yang biasa menjadi tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Hong Kong. Pilihan yang banyak diambil antara lain Victoria Peak, area dengan ketinggian 396 meter di atas permukaan laut. Ini men­jadi usulan para pemandu wisata kepada turis karena memang dari puncak inilah pengunjung dapat menyapu pandang seluruh Hong Kong. Puncak ini menyediakan pe­mandangan spektakuler.

Lokasi ini arsitekturnya amat mutakhir yang di dalamnya terda­pat berbagai tempat hiburan. Tentu saja tak ketinggalan pertokoan yang menyediakan suvenir dan tempat-tempat makan yang mewah. Duduk santai makan sambil menikmati pemandangan yang luar biasa me­ngagumkan banyak dilakukan para turis. Hanya, untuk mereka yang bepergian dengan kelompok tur biasanya dibatasi waktunya. Jadi, harus pandai-pandai mengguna­kan waktu untuk menikmati The Peak Tower ini.

Tentu siapa yang tidak ingin masuk dan menikmati Disneyland? Utamanya, keluarga yang mem­bawa anak-anak sangat sayang kalau tidak masuk Disney. Pandai-pandailah mencari potongan harga untuk masuk ke Disneyland Hong Kong karena kalau tidak, bisa men­capai sekitar satu juta rupiah.

Memang harganya pantas untuk berbagai pertunjukan dan permainan yang disediakan. Jadi, jangan disesali karena sudah sampai Hong Kong, masuklah ke Disneyland daripada harus ke Jepang atau Amerika. Yang masih sewarna berisi suguhan-suguhan permainan adalah Ocean Park. Area taman ini menyediakan tidak kurang dari 40 atraksi yang semuanya fantastis.

Hong Kong memang tengah bergolak dan mungkin masih akan terus seperti ini dalam waktu lama. Maka, jangan ragu untuk berkun­jung ke Hong Kong, kalau memang tidak takut dengan aksi-aksi unjuk rasa. Para demonstran tidak me­musuhi wisatawan asing. Mereka memusuhi rezim yang dikekang Tiongkok. Apalagi menjelang Natal, suguhan-suguhan yang mereka siapkan sungguh-sungguh spek­takuler. wid/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment