Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments

Desain Balkon yang Aman untuk Anak

Desain Balkon yang Aman untuk Anak

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Dengan memberi pengaman pada balkon, loteng, atau tangga, kemungkinan kecelakaan atau jatuh bisa diminimalkan.

Balkon merupakan salah satu spot rumah untuk mencari inspirasi atau sekadar berbincang-bincang santai dengan keluarga maupun teman. Tidak peduli seberapa besar ukuran balkon, asal kamu dapat menambahkan dekorasi yang pas pada balkon, tidak perlu jauh-jauh pergi ke kafe untuk mendapatkan waktu santai berkualitas. Bagi yang ingin memiliki balkon tanpa banyak perabotan atau dekorasi, desain minimalis ini dapat diadopsi.

Desain minimalis yang umumnya didominasi dengan warna hitam, abu-abu dan putih, membuat balkon terlihat lebih luas sekaligus elegan. Perpaduan antara kursi besi dan meja besi sangat cocok untuk ditempatkan di balkon minimalis.

Tanaman-tanaman mini juga bisa ditempatkan untuk mencerahkan suasana. Hanya saja, balkon juga harus aman dari anak-anak. Balkon, tangga, hingga loteng (loft) memang menjadi tempat yang kadang tidak aman untuk anak. Sudut – sudut tersebut biasanya menarik perhatian anak kecil yang baru bisa berjalan.

Bagi Anda yang tinggal di apartemen atau kondominium, ancaman ini pun bisa bertambah serius mengingat lokasi apartemen atau kondominium cukup tinggi.

Menurut desainer Arie, dari Architectaria, untuk membuat Anda tak bertambah was was, tak ada salahnya jika Anda menempatkan pengamanan tambahan pada sudut – sudut tersebut, karena bukan mustahil, si anak bisa saja mendekati bagian rumah tersebut tanpa sepengatahuan Anda. Dengan memberi pengaman pada balkon, loteng, atau tangga, kemungkinan kecelakaan atau jatuh bisa diminimalkan. Berikut ini beberapa cara menciptakan balkon, loteng, dan tangga yang aman untuk anak. Agar balkon aman untuk anak, maka perlu mengganti bagian pada balkon yang mudah dipanjat anak.

Lepas dan ganti semua bagian pada balkon yang memungkinkan si anak memanjatnya, misalnya meja, kursi, atau tiang gantungan baju yang biasa diletakkan pada balkon, terutama balkon apartemen. Jika harus menempatkan furnitur pada balkon, pastikan posisinya tetap dan tidak bisa dipindahkan.

Selain itu, posisikan furnitur tersebut agak jauh dari railing dan jangan sampai menempel. Untuk railing pada balkon, usahakan pilih railing yang cukup tinggi, dibuat dari bahan semen yang tidak memungkinkan anak balita untuk bisa memanjatnya. Lalu, perlu juga memasang clear rail guard.

Jika Anda masih khawatir anak Anda masih bisa memanjat railing, maka tak ada salahnya menginstal clear rail guard di sekitar balkon. Selain itu, lepaskan aksen – aksen dan aksesoris dekoratif pada railing yang memungkinkan si anak untuk memanjat railing. Memasang instal safety gate pada pintu juga pemting. Tempatkan safety gate atau gerbang pada pintu yang menghubungkan bagian dalam rumah dengan balkon untuk menghalangi anak Anda merangkak menuju balkon.

Pastikan pintunya terkunci saat tak ada orang dewasa di balkon. Membuat balkon yang aman perlu juga dilakukan pengecekan secara reguler. Menurut Arie, cek balkon Anda setiap saat untuk melihat adanya potensi kayu balkon yang lapuk, lantai dan dinding yang retak, dan railing yang sudah rapuh. Jika memang sudah parah, segera perbaiki. Kemudian, gunakan baby gates. Pasang baby gates pada bagian bawah dan atas tangga.

Baby gates ini mencegah anak kecil saat tak sengaja terjatuh dari tangga. Namun, jangan memilih baby gate tipe pressure- mounted baby gate pada tangga bagian atas. Sebab anak balita yang cukup kuat dapat mendorongnya hingga terlepas dan jatuh dari tangga. Aplikasikan juga handrail.

Yakni, pasang sebuah handrail kecil yang tingginya sekitar 36 inci untuk digunakan oleh anak saat ia menaiki tangga. Gunakan brackets untuk memasang handrail tersebut pada dinding. Anda bisa mendapatkan handrail dan brackets pada toko bangunan. Ukur ketinggian railing pada loteng perlu juga dilakukan.

Jaring yang akan Anda gunakan untuk mengamankan sang anak mesti memiliki ketinggian yang sama dengan loteng tersebut. “Kemudian pemilik rumah perlu pasang salah satu ujung jaring dengan kuat dan erat pada dinding atau post pertama di salah satu railing, tergantung pada posisi loteng dan railing itu sendiri.

Gunakan skrup atau paku untuk memasang jaring,” papar Arie. Lalu, pasang ujung lainnya pada railing post di sampingnya atau di seberangnya. Jika salah satu sisi jaring sudah terpasang dengan baik pada salah satu dinding atau railing, lalu lakukan hal yang sama pada ujung jaring lainnya dengan mengikatkannya pada railing di seberangnya.Ikatkan jaring minimal dengan tiga ikatan, dua di tepi, dan satu di tengah. yun/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment