Demonstran Mulai Protes 3 Hari di Bandara | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Unjuk Rasa di Hong Kong

Demonstran Mulai Protes 3 Hari di Bandara

Demonstran Mulai Protes 3 Hari di Bandara

Foto : AFP/ANTHONY WALLACE
UNJUK RASA DI BANDARA l Demonstran membentangkan spanduk saat menggelar aksi unjuk rasa damai di bandara internasional Hong Kong pada Jumat (9/8). Rencananya para demonstran ini akan melakukan aksinya selama 3 hari.
A   A   A   Pengaturan Font

HONG KONG – Aktivis prodemokrasi pada Jumat (9/8) beramai-ramai menuju bandara internasional Hong Kong untuk melaksanakan aksi unjuk rasa damai selama 3 hari. Mereka berharap bisa mendapatkan du­kungan internasional dari penumpang pesawat yang tiba di Hong Kong setelah terjadi aksi unjuk rasa se­lama 10 pekan.

Ajakan aksi unjuk rasa di bandara yang disebarkan lewat media sosial itu merupakan yang kedua kalinya dilakukan. Seperti halnya unjuk rasa sebelumnya pada 26 Juli lalu, aksi protes kali ini pun tanpa mendapatkan izin dari otoritas kota tersebut. Sementara pihak ban­dara menginginkan aksi unjuk rasa itu berjalan tertib dan tak mengganggu jadwal penerbangan.

“Kami mengetahui rencana aksi unjuk rasa dan bandara akan tetap beroperasi secara normal,” demi­kian pernyataan Otoritas Bandara Hong Kong.

Aksi unjuk rasa di Hong Kong beberapa pekan ke belakang kerap berakhir dengan kericuhan dan keka­cauan. Menyikapi hal ini, sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Australia, Inggris, Irlandia, Sin­gapura, dan Jepang, pada Kamis (8/8) dilaporkan telah mengeluarkan peringatan penerbangan ke Hong Kong bagi setiap warga negaranya.

Seruan Tiongkok

Pada bagian lain pemerintah Tiongkok menuntut agar para diplomat AS yang berbasis di Hong Kong, berhenti mencampuri berbagai urusan yang berke­naan dengan kota itu, setelah seorang diplomat AS di­laporkan bertemu dengan para aktivis prodemokrasi.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Kamis (8/8) menyatakan ketidakpuasan yang amat kuat ter­hadap para pejabat AS terkait seorang pejabat konsulat AS yang dilaporkan bertemu dengan satu kelompok prokemerdekaan setempat.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah meminta konsulat AS agar segera memutuskan hubungan de­ngan berbagai kelompok perusuh anti-Tiongkok dan segera berhenti mencampuri urusan Hong Kong.

Surat kabar Hong Kong, Takungpao, melaporkan konselor politik di Konsulat Jenderal ASdi Hong Kong, Julie Eadeh, telah bertemu dengan para anggota partai politik prodemokrasi Demosisto, termasuk juga aktivis terkemuka Joshua Wong.

Sebelumnya Tiongkok telah mengklaim protes-pro­tes antipemerintah di Hong Kong didanai oleh Barat, tetapi tidak dapat memberikan bukti selain pernyataan pendukung dari beberapa politisi Barat.

Menanggapi seruan Tiongkok itu, juru bicara Kemen­terian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, menolak klaim tersebut. “Saya tidak berpikir bahwa itu adalah sebuah protes formal, itulah yang akan dilakukan oleh sebuah rezim yang kejam,” kata Ortagus. “Itu bukan perilaku se­buah negara yang bertanggung jawab,” imbuh dia.

Disampaikan oleh Ortagus bahwa diplomatnya se­dang melaksanakan tugasnya dan hal itu didukung oleh negaranya. “Inilah yang dilakukan para diplomat AS setiap hari di seluruh dunia,” tutur dia.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS sebelumnya mengatakan wakil-wakil pemerintah AS bertemu secara regular dengan orang dari berbagai ka­langan yang luas di Hong Kong dan Makau. ang/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment