Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Unjuk Rasa di Katalonia

Demonstran Blokade Jalan ke Barcelona

Demonstran Blokade Jalan ke Barcelona

Foto : AFP/JAVIER SORIANO
Pedro Sanchez, Perdana Menteri Spanyol
A   A   A   Pengaturan Font

BARCELONA – Setelah ter­jadi kerusuhan dalam aksi demonstrasi di Barcelona se­lama 3 malam berturut-tu­rut, kelompok separatis Katal­onia pada Kamis (17/10) kem­bali turun ke jalan mengajukan tuntutan bagi pembebasan sembilam pemimpin mereka.

Dalam aksi kali ini, mereka melakukan pemblokiran jala­nan dan rute kereta di seluruh wilayah Spanyol.

Para mahasiswa yang memulai aksi ini dengan menggelar pawai sejak Ra­bu (16/10) dimana pawai itu telah mengalangi sejumlah ja­lan raya di 5 kota di Katalonia yang mengarah ke Barcelona. Mereka semua berharap bisa sampai Barcelona pada Jumat (18/10) ini untuk mengikuti ak­si protes besar-besaran yang direncanakan akan berlang­sung hingga malam hari.

Atas aksi itu, perusa­haan kereta milik negara, Adif, menyatakan aksi “sabo­tase” itu telah menyebabkan penundaan layanan transpor­tasi yang menghubungkan Ko­ta Lerida dan Barcelona. Tak hanya itu, layanan kereta ko­muter di Barcelona pun ter­henti total sejak Kamis pa­gi karena banyak demonstran berkumpul di jalur komuter.

Sebelumnya pada Rabu malam, Barcelona terjadi ak­si protes yang berujung den­gan huru hara antara polisi dan massa demonstran yang mengakibatkan 58 orang terluka. Demonstran yang seba­gian be­sar men­genakan masker penutup wajah dalam aksi protes pada Rabu itu melakukan aksi anarkis den­gan membakar sejumlah mo­bil dan melemparkan batu dan bom molotov ke arah polisi.

Selain di Barcelona, ak­si demonstrasi rusuh juga dil­aporkan terjadi di beberapa ko­ta di ilayah Katalonia seper­ti di Lerida dan Giro­na. Dalam aksi protes itu dilapork­an sebanyak 38 demon­stran mengalami luka-luka.

Hentikan Kekerasan

Aksi demonstrasi yang beru­jung dengan kerusuhan dimu­lai pada Senin (14/10) setelah Mahkamah Agung Spanyol menjatuhkan hukuman penja­ra yang amat lama terhadap 9 pemimpin separatis Katalonia atas peran mereka dalam pen­gajuan tuntutan kemerdekaan yang gagal pada 2017.

Sementara itu mengomen­tari aksi protes yang kemudian jadi rusuh, Presiden Katalonia, Quim Torra, menyerukan agar aksi kekerasan segera dihenti­kan. “Ini harus dihentikan sek­arang,” kata Torra. “Tidak ada alasan atau pembenaran untuk membakar mobil, atau vandal­isme lainnya. Protes harus da­mai,” imbuh dia.

Sementara itu pemerintah Spanyol pimpinan Perdana Menteri Pedro Sanchez, telah mengirim bala bantuan polisi ke Katalonia sebelum keputu­san pengadilan untuk mengan­tisipasi terjadinya kekacauan. Setelah bertemu dengan pa­ra pemimpin oposisi pada Ra­bu, PM Sanchez mengatakan pemerintahnya akan mere­spons secara proporsional dan mempertimbangkan semua skenario untuk menyikapi situ­asi di Barcelona.

Pernyataan PM Sanchez di­amini oleh Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Mar­laska yang menambahkan bah­wa pemerintah Spanyol ber­keyakinan bahwa kekerasan ini tidak akan berlanjut, dan ke­amanan dan perdamaian akan segera dibangun kembali di Barcelona dan kota-kota Katal­onia lainnya. SB/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment