Demokratik Desain, Hangatkan Keluarga | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 24 2017
No Comments

Demokratik Desain, Hangatkan Keluarga

Demokratik Desain, Hangatkan Keluarga

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Interaksi desain membuat ruang keluarga menjadi lebih hangat. Masing-masing anggota keluarga memberikan kontribusi terhadap desain interior ruang yang menjadi tempat kumpul seluruh anggota keluarga.

Sebuah ruang akan dipilih  menjadi ruang publik untuk anggota keluarga. Mereka berkumpul sembari melakukan aktifitas ringan, misalnya, menonton televisi maupun sekedar ngobrol. Adakalanya, mereka menggunakan ruangan tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan kantor maupun pekerjaan rumah dari sekolah.

Desain interior yang tepat akan menambah kehangatan ruang. Desain yang dimaksud tidak hanya milik salah satu anggota, seperti ibu sebagai nyonya rumah. Desain menjadi ruang partisipasi seluruh penghuni rumah termasuk anak yang masih berusia balita. Dengan begitu, masing-masing anggota keluarga akan merasa memiliki dan menikmati ruang yang biasanya terdapat di bagian tengah sebuah rumah.

Ajeng Raviando, psikolog keluarga mengatakan pemilihan perabot yang melibatan anggota keluarga akan memberikan pengaruh terhadap kenyamanan ruang. “Anggota keluarga dilibatkan memilih perabot sehingga ruang akan menjadi tempat yang nyaman di rumah,” ujar dia yang ditemui di Tangerang, belum lama ini. 

Bagi Ajeng, ruang merupakan jantung sebuah rumah sehingga keterlibatan anggota keluarga dalam memilih perabot maupun desain ruang akan menciptakan ikat emosional diantara anggota satu dengan lainnya. Terlebih saat ini, ruang keluarga menyatu dengan ruang tamu karena makin makin terbatasnya lahan untuk tempat tinggal.

Perabot yang dipilih berdasarkan kesepakatan atas semua pihak akan membuat penghuni betah tinggal di dalam rumah. Alhasil, rumah bukan merupakan tempat manaruh barang atau sekedar ruang tidur belaka. Rumah menjadi tempat untuk menikmati kebersamaan dengan anggota keluarga lainnya.

Ardan Hanafi, Deputi Communication dan Interior Manager IKEA Indonesia menyebutkan konsep demokratik desain dapat diterapkan dalam ruang keluarga sebagai tempat yang mewadahi seluruh anggota keluarga. Desain yang dimaksud tidak lain bentuk-bentuk perabot yang menyenangkan hati, memudahkan aktifitas keseharian, mudah digunakan serta memiliki waktu panjang (awet).

Salah satunya  dengan mengakomodir aktifitas seluruh anggota keluarga. Seperti, meja kecil yang digunakan sebagai tempat menggambar anak. Lalu, ada meja tempel yang dapat digunakan orang tua untuk menyelesaikan pekerjaan dengan komputer jinjing. Meski dalam satu ruang, sisi personal anggota keluarga tidak hilang bahkan terasa makin hangat karena aktifitas dilakukan di ruang yang sama.

Laki-laki yang biasa disapa Dana ini mengatakan jaman semakin berubah, ruang tidak semua ruang dibagi sesuai aktifitasnya. “Semua (ruang) melebur menjadi satu,”ujar dia. Maka bukan hal tabu, kalau aktifitas makan dilakukan di sofa yang ada di ruang keluarga. Perabot-perabot yang dapat mengakomodir semua kebutuhan akan memudahkan untuk menjalankan aktifitas sehari-hari. din/E-6 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment