Koran Jakarta | April 19 2019
1 Comment

Demam Durian di Tiongkok Percepat Deforestasi di Malaysia

Demam Durian di Tiongkok Percepat Deforestasi di Malaysia

Foto : AFP/WANG ZHAO
Wang Tao, pemilik kedai di sebuah mal di Beijing, Tiongkok, memperlihatkan jajaran durian yang dijual di kedainya pada pertengahan Januari lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

Lonjakan permintaan atas buah durian di Tiongkok ditengarai mempercepat laju deforestasi di Malaysia. Sejumlah organisasi lingkungan memperingatkan saat ini pengusaha semakin giat membabat hutan untuk membuka perkebunan raksasa dan fenomena ini mendorong laju deforestasi dan menyusutnya keanekaragaman hayati di Negeri Jiran

“Saat ini durian mendapat banyak perhatian di pasar Tiongkok,” kata Sophine Tann dari LSM lingkungan Pertubuhan Pelindung Khazanah Alam Malaysia (PEKA). “Laju deforestasi untuk perkebunan durian termasuk ke dalam persiapan untuk memenuhi permintaan tersebut,” imbuh dia.

Fenomena ini bisa disimak di Distrik Raub di Pahang yang dikenal lewat kawasan hutan hujan alami. Saat ini izin mengubah kawasan hutan untuk perkebunan semakin banyak diberikan. Terlebih tidak sedikit lokasi perkebunan yang berbatasan langsung dengan hutan lindung yang menjadi habitat alami satwa langka.

PEKA mengklaim status hutan lindung diubah oleh pemerintah Pahang agar bisa mengakomodasi perkebunan.

Sementara itu 4.000 kilometer di utara, di sebuah mal di Beijing, sebuah kedai kecil bernama “Little Fruit Captain” ramai disambangi pembeli yang mencari durian Malaysia. Manajer kedai, Wang Tao, mengatakan pelanggannya “jatuh cinta” dengan durian Malaysia lantaran rasanya yang manis. Durian asal Malaysia itu bahkan lebih digemari ketimbang durian asal Thailand misalnya.

Wang mengaku mengimpor durian beku dari Malaysia dan menjualnya dalam berbagai bentuk, entah itu kue, es krim atau durian goreng. Pelanggan mendapat informasi mengenai ketersediaan durian melalui aplikasi pesan pendek WeChat, kata sang manajer.

“Saya pertama kali mencoba durian saat masih anak-anak.” kisah seorang mahasiswa Tiongko, Liu Zelun, yang menyambangi kedai durian milik Wang sepekan sekali untuk membeli durian. “Durian Thailand memiliki rasa yang lebih kuat dan Anda bisa menjadi mual karenanya. Berbeda dengan durian yang saya beli di sini,” kata dia.

Salah satu varian durian termahal yang dijual di Tiongkok bernama “Musang King,” yang dibanderol seharga 120 dollar AS atau sekitar 1,6 juta rupiah per buah. Durian “Musang King” digemari lantaran dagingnya yang tebal dan berwarna emas. Di Tiongkok, durian tersebut dibanderol beberapa kali lipat lebih mahal ketimbang di Malaysia.

“Pelanggan kami tidak mengkhawatirkan harga, mereka hanya ingin yang terbaik,” kata Wang.

Primadona Ekspor

Durian menjadi primadona ekspor baru Malaysia menyusul melemahnya ekspor minyak sawit. Pemerintah di Kuala Lumpur yang berharap mendapat pemasukan tambahan dari fenomena “demam durian” di Tiongkok saat ini mendorong ekspansi perkebunan.

Nilai ekspor durian dari Malaysia ke Tiongkok di delapan bulan pertama 2018 misalnya mencapai 1,8 juta dollar AS atau 25 miliar rupiah. Angka tersebut menandai pertumbuhan sebesar dua kali lipat dibandingkan periode yang sama di 2017, menurut data Kementerian Pertanian Malaysia.

Malaysia berharap perjanjian dagang yang ditandatangani Agustus silam bisa membuka akses buat menggandakan ekspor durian menjadi 443.000 ton pada 2030. Selama ini Kuala Lumpur hanya diizinkan mengekspor durian dalam bentuk bubur atau pasta.

Meski demikian Kementerian Pertanian memastikan ekspansi perkebunan akan berjalan lambat. Pemerintah juga mendorong petani untuk menggunakan kebun yang sudah ada, ketimbang membuka lahan baru.

“Deforestasi di lahan baru tidak dianjurkan,” kata Mentan Salahuddin Ayub. Dia memastikan akan menerapkan aturan lingkungan yang ketat bagi pembukaan lahan baru.

Namun komitmen tersebut belum dirasakan di negara bagian Kelantan. Di sana suku etnis setempat menggalang demonstrasi menghadang upaya perusahaan perkebunan membabat hutan adat untuk dijadikan perkebunan durian Musang King. Meski akhirnya pemerintah Negara Bagian Kelantan digugat pemerintah pusat, pegiat lingkungan meyakini perspektif ke depan kian muram. AFP/I-1

View Comments

RAHEL COHRAN
Sabtu 23/2/2019 | 06:58
Halo.
Saya Tn. Rahel Cohran, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberikan pinjaman kesempatan seumur hidup kepada individu, perusahaan, asuransi, dll. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan atau membutuhkan pinjaman untuk berinvestasi atau Anda memerlukan pinjaman untuk membayar tagihan Anda, cari lagi karena kami di sini untuk menjadikan semua masalah keuangan Anda sebagai masa lalu. Kami menawarkan semua jenis pinjaman dalam denominasi mata uang apa pun dengan kurs 2%. Saya ingin menggunakan media hebat ini untuk memberitahu Anda bahwa kami siap membantu Anda dengan segala jenis pinjaman untuk menyelesaikan masalah keuangan Anda. kembali sekarang melalui Email (rahelcohranloan@gmail.com) untuk lebih jelasnya, ANDA SANGAT MENYAMBUT.

Submit a Comment