Koran Jakarta | April 22 2019
No Comments
Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman, Terkait Evaluasi Debat Ketiga PilpresArief

Debat Cawapres Berlangsung Kondusif

Debat Cawapres Berlangsung Kondusif

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Debat calon wakil presiden (cawapres) telah selesai. Pada debat yang bertemakan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya tersebut, masing-masing cawapres menyampaikan gagasan dan programnya untuk menyelesaikan permasalahan terkait tema debat.

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengekalim debat yang berlangsung di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (17/3), tersebut berjalan kondusif dan lebih baik dari debat sebelumnya. Untuk mengupas hal tersebut, Koran Jakarta mewawa­ncarai Ketua KPU, Arief Budiman, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (18/3). Berikut adalah hasil pembahasannya.

Bagaimana evaluasi debat ketiga?

Debat kemarin, menurut saya, berlangsung lebih kondusif diband­ingkan debat sebelumnya. Kalau debat pertama dan debat kedua kan begitu hiruk pikuk, dukungan pen­dukung juga begitu ramai, bahkan sampai ada insiden di debat kedua. Nah, kalau tadi malam semua ber­langsung damai. Jadi, beberapa cara dan strategi yang kita buat di debat kedua itu berlangsung efektif.

Efektif yang dimaksud bagaimana?

Misalnya, mengurangi jumlah kursi itu ternyata cukup efektif. Yang kedua, kita membentuk Komite Damai. Sebenarnya tadi malam ada beberapa, sempet ada peristiwa juga, tapi Komite Damai langsung berkumpul langsung me­nyelesaikan. Jadi semua problem bisa di selesaikan.

Lalu, untuk alur debat sendiri?

Kemudian, alur debat menurut saya, juga karena polanya baru, ya pola berbeda dengan debat sebe­lumnya, jadi agak susah dengan mengomparasikan karena masing-masing punya style-nya sendiri-sendiri.

Style yang dimaksud misalnya?

Kalau debat yang kedua itu masing-masing diberi pertanyaan sendiri-sendiri dengan pertanyaan yang berbeda. Kalau debat yang ke­tiga itu kan satu pertanyaan dijawab oleh mereka berdua langsung pada menanggapi. Jadi tentu ada plus-minusnya di masing-masing pola debat. Kemudian, kalau di debat kedua pada saat debat terbuka atau debat eksploratif antarkandidat itu salah satunya dengan melakukan pemutaran video, dan kemarin tidak lagi menggunakan putaran video, tapi mereka dipersilakan saling ber­tanya dan waktunya itu 8 menit.

Ada anggapan sesi pertanyaan bebas kurang menarik?

Kalau sesi pertanyaan bebas pada debat ketiga durasi waktunya seingat saya sama, untuk satu kali pemba­hasan pertanyaan, 8 menit. Memang, di awal-awal itu sempat agak susah cara mengaturnya atau mungkin masing-masing kandidat belum juga ketemu polanya, ya itu kan kurang “tektoknya”, itu kurang dinamis. Tetapi, di sesi pertanyaan berikutnya itu sudah mulai menangkap, jadi saya pikir berlangsung dengan lebih baik daripada debat pertama dan debat kedua, substansinya juga su­dah dapat. Kemudian tata panggung, lighting, saya pikir sudah cukup.

Selanjutnya, bagaimana untuk debat keempat?

Nanti, kita akan lakukan rapat evaluasi Selasa (19/3). Mudah-mudahan kita akan punya inovasi dan kreasi lagi untuk menghasilkan debat yang lebih menarik. Saya pikir kalau substansinya itu harapan publik tetap sama, visi misi dan program tim bisa tersampaikan bukan hanya untuk yang gen­eral, tapi juga untuk yang spesifik. trisno julian­toro/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment