Koran Jakarta | November 19 2019
No Comments
Kebakaran Hutan I Kondisi TNTN Sangat Memprihatinkan

Dansatgas Karhutla Sumsel Perintahkan Tembak di Tempat

Dansatgas Karhutla Sumsel Perintahkan Tembak di Tempat

Foto : ANTARA/RONY MUHARRMAN
TINJAU PELALAWAN I Dari kanan ke kiri: Menteri LHK Siti Nurbaya, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Bupati Pelalawan HM Harris meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (13/8).
A   A   A   Pengaturan Font
Tindakan tegas itu dikeluarkan setelah mengetahui bahwa 99 persen penyebab kebakaran akibat ulah manusia.

 

PALEMBANG – Dansatgas Karhutla di Sumatera Selatan yang juga menjabat sebagai Danrem 044/Garuda Dempo, Kolonel Arh Sonny Septiono, mengatakam TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Kar­hutla sepakat melakukan operasi tangkap tangan dan tem­bak di tempat untuk pelaku pembakar lahan di Sumatera Selatan. Ketegasan itu perlu dilakukan untuk mengatasi ke­bakaran hutan dan lahan yang semakin meluas di wilayah itu sejak musim kemarau 2019.

“Ya, saya bilang kalau ada lihat pembakar lahan, lang­sung tembak di tempat. Tetapi, tetap harus sesuai SOP dan lihat kondisi di lapangan,” kata Sonny Septiono, di rapat evaluasi untuk pencegahan kebakaran lahan di Posko Sat­gas Karhutla BPBD Sumatera Selatan, Selasa (13/8).

Sonny menjelaskan tinda­kan tegas tersebut dikeluar­kannya setelah mengetahui dari hasil penelitian bahwa 99 persen penyebab kebakaran adalah ulah manusia. Tentu ini akibat kesengajaan para pelaku untuk membakar lahan.

“Harus ada tindakan tegas agar jadi efek jera,” tegas Sonny.

Di tempat yang sama, Ke­pala BPBD Sumsel, Iriansyah, menjelaskan kebakaran hu­tan dan lahan sampai saat ini terus terjadi di Sumatera Selatan. Pemadaman saat ini sulit dilakukan karena akses kebakaran ada di lahan gam­but. Bahkan, akses menuju ke lokasi kebakaran sangat sulit.

Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar di Bumi Sriwi­jaya tersebut telah mencapai 583 hektare. Lahan tersebut terbakar tersebar di beberapa daerah sejak awal tahun 2019 lalu. Tetapi, mayoritas me­mang ada di Ogan Ilir atau dekat Tol Palindra.

Pencaplok Lahan

Di tempat terpisah, Ke­menterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengaku telah mengantongi data cukong atau pencaplok lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Cukong itu diketahui menguasai lahan di kawasan konservasi Tesso Nilo hingga ribuan hektare.

“Kami juga sudah punya petanya. Siapa yang punya tiga hektare dan siapa yang punya 3.000 hektare,” kata Menteri LHK, Siti Nurbaya, kepada wartawan di Pelalawan, Selasa.

Siti Nurbaya hari ini menin­jau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Riau bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapol­ri Jenderal Tito Karnavian, serta Kepala Badan Nasional Pen­anggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.

Dia menjelaskan kondisi TNTN saat ini sangat mem­prihatinkan. Kebakaran tersebut bukan akibat ketidaksengajaan. Ada kelompok tertentu yang telah membuat zonasi di area konservasi itu. TN Tesso Nilo adalah kawasan konservasi, yang salah satu­nya berfungsi sebagai habitat asli satwa endemik gajah Su­matera (Elephas maximus sumatranus). Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment