Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments
Bantuan Sosial | Bansos PKH Diberikan Bervariasi

Dana Pembangunan SDM Dinaikkan

Dana Pembangunan SDM Dinaikkan

Foto : KORAN JAKARTA/ANGGIE ARIESTA
PANTAU PENYALURAN BANSOS | Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat memantau langsung proses penyaluran PKH tahap pertama tahun 2019 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/1). Presiden mengatakan, melalui PKH telah mampu melahirkan anak-anak berprestasi, keluarga dengan kondisi kesehatan yang lebih baik.
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah akan terus memantau pelaksanaan PKH sehingga berdampak signifikan terhadap pengurangan kemiskinan dan kesenjangan, serta meningkatkan daya beli masyarakat kurang mampu.

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan, tahun ini pemerintah akan fokus pada pembangunan manusia Indo­nesia yang tangguh sebagai ti­tik pijak fondasi utama Indone­sia menuju negara maju. Untuk itu, pemerintah meningkatkan anggaran yang terkait langsung dengan pembangunan manu­sia sebagai komitmen untuk menciptakan sumber daya ma­nusia (SDM) yang berkualitas.

“PKH (Program Keluarga Harapan) ini merupakan salah satu program prioritas nasional dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Dengan PKH telah mampu melahirkan anak-anak berprestasi, keluarga dengan kondisi kesehatan yang lebih baik, dan keluarga sejahtera mandiri,” kata Presiden saat memantau langsung proses pe­nyaluran PKH tahap pertama tahun 2019 di GOR Ciracas, Ja­karta Timur, Kamis (10/1).

Kepala Negara menegaskan pemerintah akan terus me­mantau pelaksanaan program ini sehingga berdampak signi­fikan terhadap pengurangan kemiskinan dan kesenjang­an, serta meningkatkan daya beli masyarakat yang kurang mampu.

“Untuk merealisasikan tu­juan tersebut, pada tahun 2019 jumlah bantuan sosial PKH dinaikkan secara signifikan yang semula 19,3 triliun rupiah menjadi 32,65 triliun rupiah,” kata Presiden di hadapan 1.115 KPM (Keluarga Penerima Man­faat) warga Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Dalam kesempatan itu, Presiden bertanya kepada se­orang penerima PKH, Ibu Sulis, warga Ciracas tentang peman­faatan bansos, dan kepada se­orang Pendamping PKH dari Kabupaten Bogor, Yuli, tentang tugas-tugasnya saat memberi­kan pendampingan kepada KPM PKH.

“Saya titip pesan, hati-hati pengunaannya. Supaya tujuan yang kita inginkan betul-betul bisa memberikan manfaat ke­pada keluarga penerima man­faat,” pesan Presiden kepada Ibu Sulis.

Kepada Pendamping PKH, Presiden Joko Widodo berha­rap agar mereka dapat mem­bimbing dan mengarahkan KPM dalam pengunaan uang bansos. “Tolong Pendamping PKH melihat betul kegunaan uang tersebut. Penggunaannya harus produktif, misalnya un­tuk beli telur, ikan, buku, sera­gam anak, sepatu anak,” tutur­nya.

Sementara itu, Menteri So­sial, Agus Gumiwang Kartasas­mita, mengatakan bansos PKH 2019 diberikan dengan skema nonflat atau bervariasi. Indeks bantuan sosial PKH tahun 2019 disesuaikan dengan beban ke­butuhan keluarga pada aspek kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial sehingga jumlah bantuan yang nanti di­terima oleh KPM menjadi ber­variasi tergantung komponen yang dimiliki dengan pem­batasan maksimal untuk em­pat orang per keluarga.

Mensos menjelaskan, in­deks bansos PKH tahun 2019 terdiri dari dua jenis bantuan yakni bantuan tetap dan ban­tuan berdasarkan komponen. Bantuan tetap setiap keluarga per tahun adalah 550 ribu ru­piah dan PKH Akses satu juta rupiah. Sementara bantuan berdasarkan komponen setiap jiwa per tahun, terdiri dari ibu hamil 2,4 juta rupiah, anak usia dini 0–6 tahun sebesar 2,4 juta rupiah, Anak siswa SD sederajat 900 ribu rupiah, SMP sederajat 1,5 juta rupiah, SMA sederajat dua juta rupiah, penyandang disabilitas berat 2,4 juta rupiah, lanjut usia (60 tahun ke atas) sebesar 2,4 juta rupiah.

“Bansos PKH ini diberikan empat kali dalam satu tahun yakni pada Januari, April, Juli, dan Oktober,” pungkas Men­sos.

Pencairan Dipermudah

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BNI, Ahmad Baiquni, menyampai­kan, sebagai bank penyalur BNI terus melakukan berbagai upaya guna memudahkan KPM mencairkan dana Ban­sos PKH.

Pencairan dapat dilakukan melalui Agen46 BNI yang ber­ada di dekat rumah KPM, juga bisa dilakukan melalui ATM dan Kantor BNI atau melalui bank Himbara lainnya.

Baiquni menambahkan, bansos nontunai yang digagas Presiden Joko Widodo selain bermanfaat bagi KPM juga me­ningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dari para agen bank tempat transaksi bansos, yaitu warung kelontong yang ada di sekitar tempat tinggal KPM. fdl/ang/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment