Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
Proyeksi 2018 - Pilkada dan Asian Games Akan Memberikan Sentimen Positif Pasar

Dana Kelolaan Reksa Dana Masih Prospektif

Dana Kelolaan Reksa Dana Masih Prospektif

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Diperkirakan total dana kelolaan di saham mencapai 125 triliun rupiah pada akhir 2017 dan tahun depan bakal tembus 150 triliun rupiah.

JAKARTA — Kinerja dana kelolaan (Asset Under Management/ AUM) reksa dana saham pada tahun depan diperkirakan akan meningkat dari posisi tahun ini. Peningkatan raihan dana kelolaan tahun depan tidak lepas dari sentimen positif dari domestik yang akan memengaruhinya.

Analis Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan dana kelolaan reksa dana diperkirakan akan masih meningkat tahun depan, terutama dengan perbaikan emiten saham dan kondisi perekonomian yang membaik. “Diharapkan tahun ini total dana kelolaan di saham dapat ditutup pada 125 triliun rupiah dan tahun depan targetnya menembus 150 triliun rupiah,” ungkap dia kepada Koran Jakarta, Selasa (14/11).

Menurut Wawan, pada tahun depan, sentimen yang akan memengaruhi kinerja dana kelolaan, yakni inflasi dan suku bunga yang rendah diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan konsumsi masyarakat. Hal tersebut akan memicu peningkatan pendapatan emiten saham dan membuat kinerja reksa dana saham menjadi menarik.

Sektor yang akan turut menopang kinerja dana kelolaan reksa dana saham, yakni sektor keuangan, infrastruktur, dan konsumsi masih menjadi pilihan utama bagi manajer investasi. Sementara itu, untuk raihan dana kelolaan pada November 2017 menuju penghujung tahun, hingga akhir tahun diharapkan fenomena windows dressing akan memicu pertumbuhan dana kelolaan untuk reksa dana saham.

“Dari peningkatan nilai saham dan investor yang masuk memanfaatkan fenomena tersebut,” papar Wawan. Walau dibayangi oleh potensi profit taking namun perbaikan kinerja emiten saham diharapkan dibarengi dengan peningkatan harga saham yang secara otomatis meningkatkan dana kelolaan.

“Sektor yang akan mendukung kinerja dana kelolaan, yakni sektor perbankan masih menjadi primadona saat ini, dibantu oleh komoditas terkait krisis geopolitik,” tutup Wawan.

 

Kondisi Baik

 

Sedangkan Analis Pasardana, Beben Feri Wibowo, memaparkan Bank Dunia dan IMF memprediksi tahun depan kondisi ekonomi dalam negeri masih dalam kondisi baik. Demikian pula dengan pemerintah, berdasarkan asumsi makro yang tercantum dalam APBN 2018, tersirat ada rasa kepercayaan diri dari pemerintah terkait kondisi ekonomi dalam negeri masih berada dalam kondisi yang baik.

Apalagi asumsi makroekonomi APBN 2018 tampak optimistis, yakni gross domestic bruto (GDP) di angka 5,40 persen, inflasi 3,50 persen, nilai tular 13.400 rupiah, dan suku bunga SPN 5,2 persen. Sentimen 2018 datang dari pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2018 dan Asian Games 2018 yang diprediksi akan memberikan sentimen positif terhadap laju pertumbuhan ekonomi, mengingat sektor konsumsi berpotensi meningkat tidak terkecuali momentum musiman seperti Puasa, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

“Jika skenario tersebut berjalan dengan baik maka dengan menggunakan data historis tiga tahun sifatnya bulanan, maka dana kelolaan pada 2018 diprediksi akan tumbuh kisaran 7–8 persen,” kata Beben. Pada tahun depan, sentimen baik dalam maupuan luar negeri secara garis besar tidak akan jauh berbeda, seperti tahun ini. Untuk sentimen dari dalam negeri terkait pembangunan infrastruktur dan bagaimana laju inflasi dan nilai tukar rupiah.

Apabila pemerintah mampu mengendalikan inflasi dan nilai tukar di tengah sentimen global terutama atas normalisasi tingkat suku bunga acuan AS, termasuk kebijakan ekonomi Donald Trump, maka tahun depan bakal prospektif.

Sementara itu, kinerja dana kelolaan pada November 2017 akan berada pada kisaran 0,5– 0,65 persen di tengah rawannya penurunan dana kelolaan akibat profit taking atau perubahan strategi (switching) ke produk reksa dana yang relatif memiliki risiko lebih kecil. “Switching ke pendapatan tetap dan/atau pasar uang mengingat akhir tahun sudah dekat,” pungkas Beben. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment