Dana BOS untuk Beli Pulsa | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
PERSPEKTIF

Dana BOS untuk Beli Pulsa

Dana BOS untuk Beli Pulsa

Foto : ANTARA/HO-Humas Pemkot Banjarmasin
Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina. Pemerintah Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan akan memasang pemancar WiFi gratis di wilayah perkampungan padat penduduk untuk membantu pelaksanaan sekolah jarak jauh (SJJ) pada masa pandemi Covid-19.
A   A   A   Pengaturan Font

Pandemi virus korona atau Covid-19 telah mengakibatkan semua aktivitas kita dibatasi, termasuk kegiatan belajar-mengajar di jenjang pendidikan sekolah dasar hingga perkuliahan di Perguruan Tinggi.  Pemerintah memutuskan menghentikan sementara proses belajar-mengajar melalui tatap muka (di sekolah) dan diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Tujuannya untuk mencegah terjadinya penularan dan penyebaran virus Covid-19 secara masif.

Kebijakan belajar dari rumah itu mulai diterapkan pada  9 Maret 2020 setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim  mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 dan Nomor 3 Tahun 2020  tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Sejumlah kendala muncul di lapangan, di antaranya  rendahnya kemampuan guru dalam mengelola PJJ, belum adanya pedoman baku metode pembelajaran, keterbatasan pengetahuan  serta kepemilikan media gawai pintar/laptop/komputer, dan keterbatasan akses terhadap internet, termasuk kuota dan  signal,  Akibatnya  PJJ menjadi kurang optimal.

Keterbatasan akses dan kuota internet memang menjadi salah satu permasalahan utama yang ditemukan selama PJJ. Untuk masalah kuota, Kemendikbud memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dimanfaatkan untuk membeli pulsa murid-murid dan guru yang terkendala secara ekonomi.

Tetapi secara umum kita memang belum siap untuk melakukan proses belajar-mengajar secara daring saat ini. Masalah teknis menjadi salah satu kendala dari sekian banyak kendala dan problem dalam proses belajar mengajar secara daring.

Seharus, saat akan membuat kebijakan PJJ, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah membenahi fasilitas dan kemampuan siswa serta orangtuanya dalam menjangkau teknologi. Poin tersebut termasuk pemerataan jaringan, penguasaan teknologi, dan tentunya ketersediaan penunjang seperti gawai dan paket datanya.

Tentu kita sudah sering mendengar cerita soal siswa-orangtua yang kesulitan mengikuti PJJ karena tempat tinggalnya di pelosok desa atau di daerah perbukitan yang  tidak tersentuh jaringan internet. Akses komunikasi di daerah mereka sangat sulit. Jika ingin tersambung dengan dunia maya, maka warga harus memasang wi-fi. Tanpa perangkat tersebut mustahil sinyal bisa menembus gawai mereka.  Bahkan orangtua siswa pun di sana jarang memakai atau memiliki ponsel pintar.

Untuk memaksimalkan pembelajaran sistem daring ini, pemerintah perlu segera menginventarisir dan merancang   peta kebutuhan anak untuk  PJJ selama Covid-19. Kita tidak bisa memprediksi kapan virus ini akan pergi dan berlalu. Yang perlu diingat bahwa tidak semua kebutuhan PJJ dapat dipenuhi melalui dana BOS.  Relaksasi BOS itu mungkin hanya bisa sekedar buat beli pulsa untuk seminggu. Lalu, bagaimana untuk selanjutnya. Dana BOS juga tidak bisa untuk membeli  smartphone, misalnya.

Bila memiliki peta kebutuhan, Kemendikbud mengetahui mana daerah di Indonesia yang tidak dapat menerapkan PJJ karena kekurangan sarana prasarana dan infrastruktur. Dengan demikian, Kemendikbud dapat melakukan langkah selanjutnya agar anak tetap bisa bersekolah melalui daring di masa pandemi ini.

Pemenuhan kebutuhan anak dalam PJJ selama masa pandemik ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun, dalam pelaksanaannya pihak lain juga dapat terlibat di dalamnya. Kita mendorong Mendikbud Nadiem Makarim untuk segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan daerah demi merancang peta kebutuhan PJJ itu. Dinas Pendidikan Daerah lah yang paling mengetahui kondisi peserta didiknya masing-masing.

Masalah teknis memang menjadi salah satu kendala dari sekian banyak masalah dalam proses belajar - mengajar secara daring. Tapi itu wajar karena kita baru memasuki masa peralihan dan memerlukan adaptasi dari proses pembelajaran seperti ini. Keefektifan program PJJ tidak hanya ditinjau dari segi tingkat prestasi belajar saja, melainkan harus pula ditinjau dari segi proses dan sarana penunjang.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment