Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Pertemuan Produsen CPO

CPOPC Angkat Isu Berpihak pada Petani Sawit

CPOPC Angkat Isu Berpihak pada Petani Sawit

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

PUTRAJAYA- Indonesia dan Malaysia kembali menyelenggarakan 5th Ministerial Meeting Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) di Putrajaya, Malaysia. Pertemuan tingkat menteri negara produsen minyak sawit itu membahas upaya menghadapi tantangan perdagangan industri kelapa sawit di pasar global.


“Saat ini, situasi pasar kelapa sawit menghadapi tantangan berupa penurunan harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasar global sekaligus isu keberlanjutan yang membuat produk CPO sulit mendapatkan akses masuk ke negara utama tujuan ekspor.


“Saya percaya, momen ini menjadi penting bagi CPOPC untuk memainkan peran sebagai forum negara penghasil kelapa sawit untuk mengkoordinasikan langkah-langkah untuk mengatasi tantangan tersebut” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam sambutan tertulisnya di Putrajaya, Malaysia, Kamis (8/11).


Dalam pertemuan itu, Malaysia ditetapkan sebagai chairman CPOPC terhitung mulai 1 Januari 2019 menggantikan Indonesia yang diserahterimakan langsung dari Menko Perekonomian Darmin Nasution kepada Menteri Industri Utama YB Teresa Kok.


Beberapa langkah strategis yang diputuskan jelas Darmin yakni mempertahankan daya tawar di tengah tantangan pasar global, antara lain program keberpihakan terhadap petani, penetapan Kolombia sebagai negara anggota CPOPC, penguatan mandatori biodiesel, dan strategi untuk mengatasi kampanye hitam di pasar global.


Negara produsen kata Darmin berkomitmen untuk mendorong keberpihakan terhadap petani kelapa sawit yang berkontribusi besar dalam capaian produksi global.

Selain itu, negara produsen juga memprioritaskan pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan implementasi Good Agricultural Practices (GAP) dan program peremajaan sawit.


“Tidak hanya itu, kedua negara juga berkomitmen untuk mengadakan Business and Smallholders Forum pada tahun 2019 mendatang,” kata Darmin.


Perluas Keanggotaan


Selanjutnya, untuk memperkuat kerja sama dengan negara penghasil kelapa sawit lain, CPOPC menetapkan Kolombia sebagai anggota dari CPOPC. Penetapan Kolombia sebagai anggota CPOPC ini mempertimbangkan posisi Kolombia sebagai salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar di Benua Amerika.

Langkah itu diharapkan dapat menghasilkan kerja sama strategis untuk mempromosikan kepentingan industri kelapa sawit dalam ekonomi global.


“Sangat penting untuk memperluas keanggotan guna memperkuat posisi daya tawar sekaligus kerja sama dengan negara produsen kelapa sawit lainnya” tambah Darmin.


Kedua negara juga menyepakati pentingnya konsolidasi program mandatori biodiesel di seluruh negara anggota sekaligus mendorong penggunaan biodiesel ke negara-negara pengguna kelapa sawit. bud/E-9

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment