Covid-19 Melonjak, RS Depok Penuh | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments

Covid-19 Melonjak, RS Depok Penuh

Covid-19 Melonjak, RS Depok Penuh

Foto : (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Arsip Foto. Petugas memantau penerapan aturan pembatasan aktivitas warga untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19 di satu pusat perbelanjaan di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (8/9).
A   A   A   Pengaturan Font

 

DEPOKKapasitas tempat tidur pasien Covid-19 dengan gejala berat sudah penuh di Kota Depok sudah penuh. Sedangkan untuk pasien de­ngan gejala ringan ringan dan sedang juga nyaris penuh. Gubernur Jawa Barat Ridwan  Kamiil menyarankan pasien Covid-19 di Depok bisa dirawat di Bekasi dan Bogor

“ICU RSUD di Depok penuh. Sedangkan ruang untuk pasien Covid-19 dengan kondisi sedang nyaris penuh,” kata  Wali Kota Depok,  Mohammad Idris,  di Depok, Selasa (15/9).

Dari Sembilan RS rujukan Covid-19 di Depok, yang sudah terpakai untuk pasien gejala ringan sebanyak 63 persen. Sedangkan untuk pasien gejala sedang 81 sebanyak persen. “Yang berat (gejala) memang sudah 100 persen. Itu yang ICU dan perlu oksigen segala macam,” bebernya

Terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok, Alif Noeriyanto Rahman membenarkan telah terjadi lonjakan kasus di Depok. Hal itu terjadi sejak relaksasi PSBB “Ya betul (ada tren melonjaknya pasien Covid-19 di Depok dengan gejala berat), sejak relaksasi PSBB. Kondisi di lapangan terjadi beberapa peningkatan atau ekskalasi yang mereka susah mencari rujukan ICU atau high care. Kami juga tidak menyangka kondisinya seperti itu” katanya.

Ridwan Kamil  mempersilah­kan pasien Covid -19  di Depok dirujuk ke rumah sakit lainya, seperti di Beakasi dan Bogor

Ini mengingat jumlah pasien positif Covid-19 semakin banyak dan rumah sakit di Kota Depok kewalahan untuk menampung.

“Dasarnya kami ingin mengelola Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dalam satu-kesatuan, kompak. Kalau Depok darurat, tempat lain seperti Bogor dan Bekasi, saya akan kondisikan untuk menerima rujukan dari Depok, kira-kira begitu,” kata Ridwan Kamil saat berkunjung ke RSUD Depok

Ridwan Kamil mengatakan, jika Bekasi dan Bogor kewalahan menampung pasien di rumah sakit, Depok pun bisa menampung. Artinya, wilayah Bodebek akan berlaku timbal balik.

 

Stadion Patriot

Sementara itu, Rumah Sakit darurat Stadion Patriot Candrabhaga di Kota Bekasi, Jawa Barat mulai besok, Rabu (16/9) sudah dapat difungsikan untuk merawat pasien positif ­Covid-19. 

“Ini besok kemungkinan sudah bisa dipakai. Hepafilternya sudah ada, oksigen sudah ada, IGD-nya juga sudah ada,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Posko Gugus Tugas Covid-19, Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan,

Rahmat mengatakan rumah sakit darurat Stadion Patriot Candrabhaga akan digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).

Selain kategori orang tanpa gejala, rumah sakit darurat ini juga tidak menutup kemungkinan akan merawat pasien de­ngan kategori gejala ringan.

“Tidak ada masalah, nanti jika ada rumah sakit swasta menanyakan pak ini ada pasien tolong isolasi mandiri maka datang ke sini saja,” katanya.

Dia menjelaskan kapasitas rumah sakit darurat yang siap digunakan sebanyak 57 tempat tidur. Pemkot Bekasi sebenarnya menyiapkan 100 kapasitas tempat tidur namun belum selesai seluruhnya.

“Di sini baru ada 57 kapasitas untuk menampung pasiennya, Insya Allah kita akan mempersiapkan 100 kapasitas tambahan lagi untuk antisipasi,” ucapnya.

Sementara  itu, sejumlah Rumah Sakit swasta rujukan di Kota Bekasi, Jawa Barat mulai kehabisan ruang isolasi.

“Datanya sudah 490 sekian pasien Covid-19 tetapi data itu bergerak terus ya,” kata Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi Eko Nugroho, Selasa.

n Ant/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment