Covid-19 Masih Rawan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 31 2020
No Comments

Covid-19 Masih Rawan

Covid-19 Masih Rawan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Belakangan masyarakat agak dibingungkan dengan serangkaian kebijakan dan imbauan pemerintah yang sepertinya tidak sinkron alias bertabrakan. Misalnya bagaimana larangan mudik masih tetap diberlakukan tetapi moda transportasi mulai dibuka kembali, kemudian muncul wacana untuk melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

Jika ikuti perkembangan pandangan masyarakat di media maenstream maupun di media sosial, kelihatan terbelah antara masyarakat yang masih sangat peduli dengan kepatuhan akan sejumlah hal yang wajib diikuti dalam PSBB dan masyarkat yang terkesan cuek dengan imbauan pencegahan Covid-19. Ihwal moda transportasi, memang sudah dibuka dan kemudian diperjelas oleh otoritas Kementerian Perhubungan yang mengatur soal ini bahwa kesempatan membuka moda tersebut semata untuk ‘kepentingan darurat’ dan memberikan kesempatan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan transportasi.

Hal inipun diikuti dengan sejumlah persyaratan, baik surat tugas maupun keterangan bebas penyakit atau tidak terjangkiti Covid-19 secara positif. Begitu juga soal pelonggaran PSBB yang menimbulkan kekhawatiran banyak kalangan, mengingat kita masih tingginya angka positif korona, ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo. Melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo usai mendapat arahan dari Presiden Jokowi saat Rapat Terbatas (Ratas) terkait percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut Doni, arahan dari Presiden sampai dengan satu dan dua minggu ke depan belum ada kebijakan pengurangan pembatasan sehingga apa yang disampaikan kemarin adalah sebuah rencana, sebuah rencana tentang skenario yang nantinya tergantung dari data-data lapangan. Penegasna Presiden ini tentu melegakan kita semua, karena PSBB terbukti mengurangi tingkat penyebaran virus dan dalam waktu tertentu dapat memutus rantai penyebaran virus.

Meskipun dari sisi ekonomi dan sosial memang menimbulkan dampak yang cukup besar juga. Tapi, pilihan kebijakan yang diambil memang mengandung risiko lain, tapi bagi kita keselamatan warga menjadi sangat penting. Dari gambaran kegalauan masyarakat atas kebijakan pemerintah menanggulangi virus korona, kiranya apa yang dikemukakan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto perlu dicatat dan digarisbawahi untuk menjadi peringatan bersama.

Yuri menegaskan, pemerintah saat ini belum sepenuhnya bisa mengendalikan wabah Covid-19. Oleh karena itu, kita jangan mengambil risiko tertular. Karenanya, menerapkan langkah pencegahan penularan paling tepat dilakukan masyarakat. Apa saja langkah tersebut, Juri menjabarkannya. Pertama, Yuri mengimbau masyarakat tidak mudik Lebaran atau bepergian ke daerah lain.

Kedua, jika berada di luar rumah, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati, membatasi waktu dan rajin mencuci tangan. Selain itu, mulai hilangkan kebiasaan menyentuh mulut, hidung, wajah, dan sebagainya pada saat kita belum mencuci tangan. Berangkat dari penegasan Achmad Yurianto, mau tidak mau kita harus berdisiplin dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun keluarga, serta kegiatan sosial sekitar rumah tetangga, dan di tempat kerja, jika memang kita diharuskan bekerja di luar rumah.

Apabila masyarakat sekitar kita masih belum disiplin, hendaknya diingatkan bahwa virus korona saat ini masih berbahaya, apalagi banyak pakar sudah mengungkapkan dan selalu diingatkan lagi, virus ini tidak terlihat, bahkan kepada sejumlah orang yang terjangkitpun tidak memperlihatkan gejala. Sehingga ada istilah orang tanpa gejala yakni orang yang terinfeksi virus ini tidak tampak gejalanya, dan terlihat sehat. Mengingat kondisi penyebaran dan penularan virus korona saat ini masih relatif berbahaya, maka langkah terbaik dan sangat mudah sebenarnya adalah menghindari kerumunan, keramaian, dan kegiatan yang berpotensi saling menularkan.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment