Coco Gauff Gagal Cetak Sejarah di Australian Open | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments

Coco Gauff Gagal Cetak Sejarah di Australian Open

Coco Gauff Gagal Cetak Sejarah di Australian Open

Foto : ANTARA/REUTERS/Toby Melville.
Ccco Gauff
A   A   A   Pengaturan Font

MELBOURNE – Ambisi petenis putri belia asal Amerika Serikat (AS) Coco Gauff, 15 tahun, untuk mencetak sejarah sebagai juara di Australian Open termuda dalam sejarah, kandas setelah ia dikalahkan dalam 3 set oleh petenis senegaranya Sofia Kenin, di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, pada Minggu (26/1).

Kenin yang saat ini bertengger di peringkat 12 WTA berhasil menghentikan langkah Gauff dengan kemenangan yang amat meyakinkan yaitu 6-7 (5/7), 6-3, 6-0. Setelah kemenangan ini, Kenin akan berhadapan dengan petenis asal Tiongkok yang berada diperingkat 26 WTA yaitu Wang Qiang yang berhasil menyingkirkan Serena Williams pada putaran sebelumnya, atau melawan petenis asal Tunisia, Ons Jabeur, pada perempat final Australian Open.

“Saya telah berjuang semampu saya dan melawan seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya,” kata Kenin, 21 tahun. “Saya tahu bahwa dia (Gauff) bermain amat baik, namun saya terus berjuang untuk meraih angka demi angka dan mencoba tak kehilangan fokus,” imbuh dia.

Setelah menelan kekalahannya, Gauff terlihat berlinang air mata saat meninggalkan lapangan. Sebelumnya Gauff tampil cemerlang dengan mengalahkan Venus Williams pada putaran pertama dan menumbangkan juara bertahan Australian Open, Naomi Osaka, pada putaran ke-3.

Gauff memang amat berambisi untuk jadi pemain termuda yang berhasil meraih grand slam untuk mencetak rekor baru yang saat ini dipegang Martina Hingis pada Australian Open 1997 saat ia meraih juara di usianya yang ke-16 tahun 105 hari. AFP/ils

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment