Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments

Chatbot Mudahkan Pebisnis E-Dagang

Chatbot Mudahkan Pebisnis E-Dagang

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kecerdasan buatan cukup bermanfaat dalam otomasi bermacam kebutuhan. Untuk menjawab banyak pertanyaan sederhana konsumen, penjual online bisa menggunakan chatbot.

Secara umum, chatbot adalah program komputer untuk mensimulasi percakapan yang didukung oleh aturan dan kecerdasan buatan (artificial intelligent). Chatbot bekerja dalam memberikan respon spesifik sesuai aturan dan tingkat kecanggihan yang diberikan dalam programnya.

Aktivitas bisnis online, baik melalui platform e-dagang maupun social commerce seperti media sosial masih mengandalkan chatting sebagai metode komunikasi, anata penjual dan pembeli. Saat bisnis meningkat, aktivitas chatting menjadi semakin tinggi, dan sering tidak tertangani.

Bayangkan saja apabila dalam sehari satu penjual online harus melayani hingga 200-300 percakapan. Padahal sebagaian besar percakapan tersebut bersifat repetitif, yang tidak semua berakhir pada pembelian, seperti “Barang bisa dikirim ke mana saja?” “Apakah barang ready?”, “Bayarnya lewat apa?” dan sejenisnya.

Bahkan seringkali pertanyaan ini muncul di luar jam operasional seperti malam dan dini hari. “Tantangannya muncul ketika banyak chat yang masuk di luar jam operasional, padahal tidak semua chat berujung pada pembelian,” kata Co-founder Zam Cosmetic, Tania Ray Mina di Jakarta.

Meski sebenarnya Zam Cosmetics, memiliki admin yang bertanggung jawab di masing-masing e-commerce dan chatting messenger, namun pada kondisi tertentu seperti pada puncak pembelian karyawan tetap keteteran menjawab ratusan chat dalam sehari.

Coo Brand fashion muslim Ria Miranda, Arief Tri Satya, menuturkan pada saat bulan suci seperti sekarang trafik belanja online meningkat. “Biasanya pesanana melonjak pada tengah Ramadan. Ini membuat jam operasional admin menjadi lebih lama, apalagi mereka berpuasa,” ujar dia.

Untuk memberikan solusi praktis bagi para penjual, BJtech yang pernah membuat layanan Bang Joni, menawarkan chatbot bernama Balesin. id kepada penjual online. Chatbot berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) ini dirancang menjadi admin otomatis bagi penjual, sehingga mereka terbebas dari pertanyaan repetitive atau berulang-ulang.

CEO BJtech, Diatce G. Harahap, dengan menggunakan Balesin penjual bisa memiliki banyak waktu untuk melayani pembeli serius. Mereka bisa menjawa pertanyaan-pertanyaan sulit yang tidak bisa dijawab oleh chatbot. “Dengan demikian andim memiliki lebih banyak waktu luang untuk menangani serious buyer, dan tentunya akan meningkatkan penjualan mereka,” ujar dia.

Untuk melayani pembeli Balesin.id sementara ini baru terkoneksi dengan Line Messenger. BJtech saat ini dalam tahap pengembangan untuk terkoneksi dengan WhatsApp Messenger dan bisa memiliki link sendiri.

Pada lapak penjual, Balesin menyediakan mini-website yang bisa dimanfaatkan penjual untuk menampilkan barang-barang dagangan mereka. Mini-website ini memudahkan pembeli untuk melihat-lihat produk beserta detailnya, kemudian melakukan pembelian tanpa keluar dari layar catting.

Terdapat fitur-fitur lainnya untuk mendukung proses jual beli online menjadi lebih mudah, seperti kalkulasi biaya dan ongkos kirim otomatis, dashboard untuk memantau aktivitas penjualan toko online, hinga data analitik untuk mencapai penjualan yang maksimal.

“Untuk membuat pembeli lebih interaktif dan nyaman saat chatting, penjual bisa memilih sendiri gaya bahasa atau percakapan sesuai dengan bisnis online yang dijalankan,” kata Diatce.

Lebih jauh Diatce menjelaskan, perkembangan penggunaan kecerdasan buatan di Indonesia berpotensi besar untuk membantu pelaku bisnis online Indonesia yang terbiasa berjualan lewat chatting. Semakin tinggi skala operasionalnya, tantangan yang dihadapi seller juga semakin besar untuk membalas chat pelanggan. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment