Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Tawuran Warga l Pendekatan Sosial Dilakukan kepada Pihak yang Bertikai

CCTV Dipasang di Area Rawan

CCTV Dipasang di Area Rawan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pendekatan sosial harus terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk meredam tawuran antar warga seperti tawuran yang sering terjadi di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan.

 

JAKARTA - Kamera pengawas (closed circuit television/CCTV) bakal dipasang di area rawan tawuran. Pekan lalu, di kawasan Pasar Rumput, Jakarta Selatan, terjadi dua kali tawuran antar warga.

“Sudah dirapatkan dengan lh walikota Jakarta Pusat dan Camat Menteng. Sudah ditentukan lokasi yang akan dipasang CCTV. Dan saya sudah berkoordinasi dengan Bali Tower (penyedia CCTV),” ujar pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Netti Herawati saat dihubungi, Minggu (26/8).

Menurutnya, pemasangan CCTV itu akan dilakukan pada tujuh titik strategis. Menurutnya, Wali Kota Jakarta Pusat telah lapor kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait rencana pemasangan CCTV ini.

“Plh Wali Kota Jakarta Pusat sudah bersurat kepada Gubernur. Besok pagi saya panggil pihak Bali tower. Progressnya segera dilaporkan,” katanya.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marulla Matali mengatakan, banyak masalah yang menjadi pemicu pecahnya tawuran warga di kawasan Pasar Rumput dan sekitarnya selama ini. Namun, dia menduga ada penyebab lain dari masalah yang selama ini muncul ke permukaan.

“Biasanya penyebab tawuran yang muncul ke permukaan adalah karena ada ketersinggungan antar-warga. Ada juga karena saling ejek antara warga di dua wilayah. Kita sih mensinyalir ada hal-hal tertentu di luar yang biasa mengemuka. Saya khawatir ada hal-hal yang lebih besar,” katanya.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk mengatasi tawuran itu. Tawuran terjadi di perbatasan dua pemerintah kota itu. Antara warga Menteng Tenggulun dan Pasar Rumput.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, aparat keamanan meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menambah fasilitas CCTV di kawasan Pasar Rumput. Keberadaan CCTV itu diharapkan bisa menjadi alat bukti bagi aparat keamanan untuk mengusut lebih jauh kasus tawuran tersebut.

“Pemasangan cctv cctvcctv akan ditempatkan di lokasi yang sering terjadi tawuran, itu permintaan dari aparat keamanan,” katanya.

Menurutnya, aparat Pemerintah seringkali melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada warga di kawasan itu. Sebab, selain membahayakan, aksi tawuran itu juga merugikan sejumlah pihak baik materil maupun imateril.

“Sosialisasi kepada warga dan juga ada alat alat yang bisa memantau sehingga siapapun yang melanggar bisa ada tindakan karena sering kali ada pelanggaran tapi sulit membuktikannya nah kita berharap itu bisa membantu,” tegasnya.

 

Pendekatan Sosial

Pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan, pendekatan sosial harus terus menerus dilakukan kepada dua belah pihak yang bertikai. Hal ini diperlukan untuk menggali informasi akar pmasalahan pemicu tawuran.

Menurut dia, pemicunya apakah kekurangan ruang publik untuk bermain para remaja, sekadar iseng uji nyali anak muda, atau ada unsur kriminal seperti dugaan transaksi narkoba.

Dengan demikian, akan diketahui solusi yang paling tepat dan jitu. Jika unsur sosial, maka pembinaan sosial yang dikedepankan, tapi jika ada unsur kriminal tentu pihak kepolisian dapat langsung melakukan tindakan tegas.

 

pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment