Cara Mudah Berbagi Akses Internet | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Cara Mudah Berbagi Akses Internet

Cara Mudah Berbagi Akses Internet

Foto : ANTARA /Ahmad Subaidi
A   A   A   Pengaturan Font

Salah satu kendala dalam akses internet adalah tidak adanya jaringan internet di sebuah wilayah. Dengan perangkat outdoor directional antenna, pengguna dapat berbagi sinyal internet.

Jaringan pita lebar berbasis jaringan tetap (fixed broadband) menawarkan banyak kelebihan. Jaringan berbasis serat optik ini menawarkan kualitas jaringannya yang cenderung stabil dan juga harga layanan yang lebih murah dan data yang ditawarkan berdasarkan kecepatan bukan kuota.

Namun sayangnya, jangkauan jaringan tetap masih terbatas. Wilayah pedesaan seperti wilayah perkebunan, umumnya belum terlayani dengan jaringan tetap, sehingga masyarakat di wilayah tersebut masih kesulitan mendapatkan akses internet, apalagi jika belum tersedia Base Transceiver Station (BTS) oleh operator seluler.

Untuk menghadirkan sinyal internet di wilayah yang berlum ada internet, vendor teknologi jaringan internet memiliki produk yang dinamakan outdoor directional antenna. Teknologi ini bekerja dengan meneruskan sinyal radio dari titik akses di tempat tertentu menuju titik di tempat lain hingga jarak maksimal 20 km.

“Kalau jarak 20 km dengan menggunakan kabel dari sisi biaya sangat mahal. Selaian itu kabel rawan gangguan putus. Outdoor directional antenna merupakan solusi mudah dan murah,” ujar Country Director TP-Link Indonesia, Sterling Li, di Jakarta.

Sterling menambahkan, sebagai solusi untuk titik-titik wilayah yang tak dijangkau fasilitas Internet, TP-Link Indonesia meluncurkan perangkat outdoor directional antenna baru seri Pharos yaitu CPE605. Ini merupakan perangkat outdoor access point yang mampu memancarkan frekuensi radio hingga 5GHz. Perangkat yang dilengkapi dengan antena internal ini juga mampu menghasilkan kecepatan hingga 150Mbps. CPE605 memiliki antena 23dBi directional 1×1 SISO (single input, single output) yaitu mengacu pada sistem komunikasi nirkabel di mana satu antena digunakan sebagai sumber (pemancar) dan satu antena digunakan di tujuan (penerima).

Perangka CPE605 sudah dibekali teknologi TDMA sebagai transmisi outdoor jarak jauh yang dapat meningkatkan kinerja dan kapasitas perangkat dalam menangkap dan memancarkan sinyal. Untuk mempermudah penggunaannya, perangkat ini dilengkapi dengan TP-Link Control yang akan membantu pengguna dalam mengelola semua perangkat di jaringan mereka agar lebih mudah hanya dari satu PC.

TP-Link CPE605 memang di desain untuk diletakkan di luar ruang, oleh karenanya pengguna tidak perlu khawatir dengan kondisi panas maupun hujan. Bahkan alat ini tahan terhadap sambaran petir.

Tampil dengan warna putih dan desain yang lebih fleksibel, pada bagian belakang terdapat bracket agar lebih kuat dan kokoh saat dipasang di tiang menara. “CPE605 menjadi solusi bagi banyak orang yang bermukim di lokasi yang tidak dijangkau oleh sinyal internet,” ujar Sterling.

Merek lain yang menawarkan produk outdoor directional antenna adalah D Link melalui seri ANT70-1800. Jika CPE605 dari TP Link bekerja pada satu pita frekuensi maka produk dapat berjalan pada dua frekuensi yaitu 2.4GHz dan 5GHz. Meski memiliki dual band sayangnya jangkauan perangkat ini hanya mencapai 8 km saja.

Disebutkan, seri D Link ANT70-1800 sangat ideal untuk beroperasi dalam mode seperti point-to-point WDS dan lainnya yang membutuhkan antena directional gain tinggi. Contoh aplikasi antena ini adalah untuk memperluas jaringan area lokal Anda (LAN) dengan menghubungkan LAN di dua lokasi yang terpisah secara fisik.

Teknologi ini bukan hanya dipakai oleh konsumen namun juga bisa dipakai penyedia jasa layanan internet kepada pelanggannya dengan menggunakannya sebagai koneksi yang kuat. Antena ANT70-1800 bisa dipasang apda tiang, untuk menjangkau jarak yang lebih jauh.

Dipakau untuk penggunaan luar ruang ANT70-1800 didesain tahan air yang memberikan perlindungan lengkap dari cuaca ekstrem. Bahannya terbuat dari bahan tahan korosi, memungkinkannya tahan terhadap kondisi luar yang keras dan kecepatan angin hingga 216 km per jam dan cukup kuat untuk tetap berada di luar tanpa batas.

Di toko online D Link ANT70-1800 dijual pada harga 2,8 juta hingga 3 juta rupiah. Sementara TP Link Pharos CPE605 dengan jangkauan laebih jauh dibanderol pada harga 670 ribu rupiah saja. hay/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment