Koran Jakarta | June 20 2019
No Comments
PERADA

Cara Menghadapi dan Menyembuhkan Fobia

Cara Menghadapi dan Menyembuhkan Fobia

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

 

 

Fobia adalah rasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang dapat timbul saat menghadapi situasi, berada di suatu tempat, atau ketika melihat hewan tertentu. Dalam kondisi fobia parah, penderitanya akan berusaha menghindar dari objek yang bisa memicu ketakutan. Sebenarnya, fobia termasuk jenis penyakit gangguan kecemasan.

Kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami depresi, panik, dan membatasi kegiatan. Sampai saat ini, penyebab fobia belum diketahui secara pasti. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga kuat dapat memicu kondisi ini. Salah satunya, peristiwa traumatis atau pengalaman buruk seseorang saat kecil (halaman 45).

Kisah seseorang yang mengalami fobia dan cara menghadapinya dapat disimak dalam kisah Adel. Kisah bermula ketika Adel, gadis yang tengah duduk di bangku SMA kelas 12, tiba-tiba diserang perasaan takut luar biasa saat melihat ondel-ondel, budaya khas Betawi. Di mata kebanyakan orang, ondel-ondel mungkin menjadi hiburan yang lucu dan menggemaskan, tapi di mata Adel, ondel-ondel sosok mengerikan yang selalu menghantui.

Adel langsung menjerit histeris saat suatu hari melihat ondel-ondel di depan gerbang sekolah. Sebenarnya, dia sudah berusaha mengabaikan rasa takutnya. Tapi, semakin berusaha mengusir dan mengalahkan rasa takut, malah menjadi-jadi (halaman 9). Adel yang semula berpembawaan ceria, mendadak aneh di mata teman- temannya.

Namun, dia selalu berusaha menutupi fobianya. Ia tak mampu menceritakan persoalannya kepada teman-teman. Adel lantas berusaha sekuat tenaga untuk mengusir fobia yang mengganggu jiwanya. Salah satunya dengan mencari beragam informasi di Google. Dari hasil browsing, banyak informasi diperoleh tentang cara mengatasi fobia.

Salah satunya melakukan pendekatan langsung. Terkait ini, ada tiga tahapan yang bisa dilakukan. Pertama, melihat objek gambar atau foto yang ditakuti. Kedua, menyaksikan objek yang ditakuti dari kejauhan. Ketiga, melihat objek yang ditakuti dari arah dekat (halaman 82). Meski telah banyak informasi tentang cara mengatasi fobia, nyatanya Adel belum mampu menghilangkan rasa takutnya saat melihat ondel-ondel.

Hingga akhirnya, sebuah kejadian menegangkan malah menyembuhkannya. Tepatnya ketika sekolah mengadakan acara kegiatan Sedekah Bumi untuk mendekatkan para pelajar Jakarta dengan tradisi budaya yang hampir punah.

Dulu, Sedekah Bumi rutin diadakan warga, khususnya keturunan Betawi, sebagai bentuk syukur atas rezeki dari sawah, ladang, kolam, dan tambak ikan. Warga berkumpul membawa hasil panen dan membagikan ke masyarakat kurang mampu. Acara diwarnai hiburan rakyat seperti layar tancap, ondel-ondel, lenong, dan tanjidor.

Tetapi sejak pengaruh modernisasi, Jakarta tak lagi memiliki area cukup untuk bercocok tanam karena lahan-lahan tersebut telah berubah menjadi hunian, mal, perkantoran, dan sebagainya (halaman 40). Singkat cerita, saat acara Sedekah Bumi, Adel lari terbirit-birit ketika melihat ondelondel. Adel terjebak di toilet sekolah.

Dia melihat dua pria mencurigakan yang ternyata sedang berencana merampok di ruang tata usaha sekolah. Adel pun berusaha menggagalkan rencana tersebut. Nyaris saja Adel kepergok dua perampok tersebut. Untunglah, dia menemukan sebuah persembunyian, yakni di dalam ondel-ondel berukuran besar. Peristiwa inilah yang akhirnya menyembuhkan dari fobia.

Tanpa sadar, Adel masuk dan bersembunyi ke dalam tubuh ondel-ondel. Di akhir kisah, terkuaklah penyebab Adel mengalami fobia terhadap ondel-ondel karena saat kecil mengalami kekerasan oleh pembantunya. Ia sering dibentak dan ditakuti ondel-ondel. 

 

Diresensi Sam Edy Yuswanto, alumnus STAINU Kebumen

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment