Cara Efektif Mendelegasikan Pekerjaan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 20 2017
No Comments

Cara Efektif Mendelegasikan Pekerjaan

Cara Efektif Mendelegasikan Pekerjaan

Foto : KORAN JAKARTA
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, saya frustrasi karena merasa bekerja sendirian tanpa ada yang membantu. Mengapa tak ada seorang pun bawahan saya yang bisa bekerja dengan efektif? Mohon advisnya Bu Rossa.

Jawaban :

Bila Anda merasa tak ada seorang pun bawahan Anda yang bisa bekerja seefektif Anda, mungkin ini bukan salah mereka semata. Mungkin Anda yang tidak mendelegasikan setumpuk pekerjaan itu dengan efektif.

Ini petunjuk yang harus Anda ingat.

1. Tekankan hasil, bukan detail

Setiap orang punya cara sendiri dalam melakukan pekerjaannya. Bisa jadi, detail pekerjaan cara Anda berbeda dengan bawahan Anda. Tidak apa-apa, asal hasilnya maksimal. Tekankan ini pada bawahan.

2. Tak usah memberi solusi pada masalah bawahan

Bila bawahan Anda datang untuk minta dicarikan pemecahan masalahnya (bukan masalah perusahaan), lebih baik Anda biarkan mereka berpikir sendiri. Sebab, ini bisa bikin Anda frustasi dan butuh waktu banyak. Pada jangka panjang, Anda bisa menghemat waktu.

3. Berikan pertanyaan

Bila bawahan Anda datang pada Anda, bertanyalah. Anda akan tahu seberapa jauh ia dapat diandalkan.

4. Bangun tujuan yang kongkret

Terangkan hal ini pada semua bawahan Anda. Supaya mereka bisa mengambil keputusan pada saat diperlukan dan tidak selalu tergantung pada Anda.

5. Kembangkan sistem laporan

Intinya, Anda harus tahu perkembangan di kantor. Adakan pertemuan setiap beberapa waktu.

6. Berikan tenggat waktu yang realistis

Kalau tenggat waktu tidak jelas, bisa-bisa bawahan Anda tidak tahu bagaimana mengukur kecepatan kerjanya.

7. Delegasikan sebagian pekerjaan untuk bawahan Anda

Anda tinggal memonitor kemajuannya, dan mendisiplinkan bawahan bila perlu. Tentu saja, Anda mesti menunjukkan kemampuan dulu bahwa Anda memang bisa melakukannya. Bila Anda hanya begitu saja mendelegasikan pekerjaan tanpa memberi contoh, jangan-jangan Anda memang tidak mampu melakukannya.

8. Kenali bakat dan kepribadian bawahan

Jadilah atasan yang berlaku seperti pelatih suatu tim olahraga. Anda tahu proyek apa yang bisa dikerjakan bawahan, dan mana yang tidak.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment