Koran Jakarta | May 19 2019
No Comments
Penentuan Caleg Terpilih

Caleg Nomor Urut Besar Berpeluang Terpilih

Caleg Nomor Urut Besar Berpeluang Terpilih

Foto : ISTIMEWA
Andrie Tardiwan Utama & Setiana Widjaya Kedua Caleg dengan nomor urut besar ini berpotensi terpilih.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemilu serentak 2019 yangmenggabungkan pemilihan anggota legislatif (Pileg)dan pemilihan presiden (Pilpres) baru kali pertama diterapkan. Gaung Pilpres terasa sangat besar dibandingkan dengan Pileg. Tetapi dalam Pileg tahun ini pun ada perubahan mendasar, khususnya dalam cara menghitung dan menetapkan caleg terpilih.

Dengan perubahan sistem penghitungan dan penetapan Caleg terpilih yang baru menggunakan metode Sainte-Lague, para Caleg yang menampati nomor urut besar, berpeluang besar untuk mengalahkan Caleg nomor urut kecil. Artinya, Caleg nomor urut besar berpeluang terpilih menjadi anggota DPR, asalkan mau bekerja keras di setiap daerah pemilihan atau Dapilnya.

Sebagai gambaran, Caleg DPR RI Dapil DKI I dari PDIP dengan nomor urut 5 Mayjen TNI (Purn) Andrie Tardiwan Utama dan nomor urut 6, Sondang Tiar Debora Tampubolon, dapat saja mengalahkan nama-nama besar yang sudah dikenal publik seperti Chica Kuswoyo, dan juga Putra Nababan yang nomor urutnya kecil.

Begitu juga Caleg DPR RI Dapil I lainnya dari Golkar dengan nomor urut 5, Ardina Rama Putra, dan nomor urut 6, Angelina Christi Sangeroki kemungkinan besar bisa mengalahkan nama populer Christin Panjaitan yang berada di nomor lebih kecil.

Dari Dapil DKI II mislanya, Caleg DPR RI dari PDIP dengan nomor urut 6, Nuraini Msi, dan nomor urut 7, Setiana Widjaya, dapat saja mengalahkan nama yang sudah dikenal publik, seperti Masisnton Pasaribu maupun Erico Sotarduga.

Apalagi Setiana Widjaya doktor lulusan Berkeley University, AS tahun 2007.

Masih di Dapil DKI II, Caleg DPR RI Partai Golkar nomor urut 6, Robby Kurniawan, S.PWK ataupun nomor urut 7, HM. Ikhsan Ingratubun, bisa menumbangkan rekannya yang sudah dikenal seperti Puput Novel.

Lantas bagaimana cara menentukan kelolosan seorang caleg ke parlemen setelah menghitung ambang batas tersebut? Metode Sainte Lague ini menentukan perolehan kursi partai dalam satu dapil lewat bilangan pembagi ganjil dari 1, 3, 5, 7 dan seterusnya sesuai dengan kursi yang tersedia di dapil tersebut.

Aturan penggunaan metode Sainte Lague ini tertuang dalam Pasal 415 ayat (2) dan (3) UU No.7/2017 yang tertulis:

(2) Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPR, suara sah setiap partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan suara dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya.

(3) Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, suara sah setiap partai politik dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya. sur/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment