Koran Jakarta | February 19 2018
No Comments
Operasi Tangkap Tangan

Bupati Subang Imas Aryumningsih Tersangka Suap

Bupati Subang Imas Aryumningsih Tersangka Suap

Foto : ANTARA/RENO ESNIR
BARANG BUKTI - Petugas menunjukkan barang bukti yang diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Subang, Imas Aryumningsih, disaksikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata (kanan) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/2).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih, menjadi kepala daerah keempat yang diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rentang waktu kurang dari dua bulan di tahun 2018. Imas juga menjadi bupati ketiga Subang yang terseret dalam kasus korupsi. Imas yang mencalonkan kembali pada pemilihan bupati Subang periode 2018–2022 ditangkap KPK dua hari menjelang masa kampanye.

Komisioner KPK, Basaria Pandjaitan, mengatakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Imas berawal dari informasi masyarakat terkait pemberian hadiah dari pihak swasta dan beberapa penerima lain. “Hadiah itu diduga terkait pengurusan izin yang diajukan dua perusahaan swasta PT ASP dan PT PBM,” kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/2).

Menurut Basaria, hadiah yang diberikan dua perusahaan tersebut kepada Bupati Subang bernilai sampai 1,4 miliar rupiah. “Hadiah itu diberikan sebagai suap agar dua perusahaan itu mendapatkan izin untuk mendirikan pabrik atau tempat usaha.

Pemberian uang dan hadian dilakukan melalui orang dekat bupati dengan commitment fee awal sebesar 4,5 miliar rupiah, di mana 1,5 miliar rupiah merupakan commitment fee antara bupati dan perantara,” ujarnya. OTT dimulai sekitar pukul 18.30 WIB, Selasa (13/2), ketika satu tim KPK mengamankan terduga berinisial D bersama barang bukti berupa uang sebesar 62 juta rupiah di area peristirahatan jalan tol Cileunyi.

Sementara itu, dua tim KPK bergerak ke Subang menuju lokasi berbeda. Satu tim berhasil mengamankan MTH, tim ketiga mengamankan Bupati Imas di rumah dinas sekitar pukul 20.00 WIB, bersama dua ajudan dan supir. Tim tersebut kemudian juga mengamankan ASP bersama barang bukti uang 250 juta rupiah dan S bersama barang bukti uang 50 juta rupiah di kediaman masing-masing pada Rabu dini hari.

Total barang bukti yang diamankan sekitar 337 juta rupiah. Selain itu diamankan juga sejumlah dokumen bukti penyerahan uang dalam komunikasi pihak terkait yang menggunakan macam-macam istilah dan kode. Basaria menambahkan, KPK telah menetapkan Bupati Imas sebagai tersangka kasus suap perizinan bersama tiga tersangka lain.

Sebelum Bupati Subang, Imas, KPK juga telah menciduk Bupati Ngada, NTT, Marianus Sae, Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimatan Selatan, Abdul Latif, dan Bupati Jombang, Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko. 

 

Ant/mza/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment