Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments
Kasus Suap

Bupati Jepara Suap Hakim Rp700 Juta

Bupati Jepara Suap Hakim Rp700 Juta

Foto : ANTARA/Galih Pradipta
SUAP DI JEPARA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kanan) bersama Juru Bicara KPK Febri Diansyah (kiri) memberikan keterangan terkait perkembangan kasus di Kabupaten Jepara di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/12).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kabupaten Jepara 2011–2014, Ahmad Marzuki, dan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Lasito, sebagai tersangka. Ahmad diduga menyuap Lasito agar penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di PN Semarang tahun 2017, dibatalkan melalui putusan hakim praperadilan itu.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu AM, Bupati Jepara periode 2017–2022 dan LAS, hakim pada Pengadilan Negeri Semarang,” ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (6/12).

Dalam konstruksi perkara, pada pertengahan 2017, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011–2014 dengan tersangka Ahmad. “AM mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Semarang. AM mencoba mendekati hakim tunggal LAS melalui panitera muda di Pengadilan Negeri Semarang,” papar Basaria.

“Hakim tunggal memutuskan praperadilan yang diajukan AM dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka AM tidak sah dan batal demi hukum,” lanjutnya. Ahmad diduga memberikan uang sekitar 700 juta rupiah kepada Lasito. Rinciannya, uang sebesar 500 juta rupiah dalam mata uang rupiah dan uang dollar Amerika Serikat dengan nilai setara 200 juta rupiah.

“LAS selaku hakim diduga menerima hadiah atau janji dari AM untuk memengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili terkait putusan gugatan praperadilan yang diajukan oleh AM atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah,” kata Basaria.

Uang tersebut diserahkan ke rumah Lasito di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto. Uang dimasukkan ke dalam kotak bandeng presto agar tidak terlihat. 

 

ola/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment